Kunjungan Emir Qatar Perkuat Posisi Flores Sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

52

Emir Qatar dan rombongannya sudah tahu bahwa sebagai wisatawan, mereka terikat kepada hukum Indonesia yang mewajibkan setiap wisatawan menjaga dan menghormati norma agama, adat istiadat, budaya, dan nilai-nilai yang hidup dalam “masyarakat setempat”.

Kunjungan Wisata Emir Qatar, harus menjadi pelajaran bagi semua pihak terutama Kementerian Pariwisata bahwa tidak semua destinasi wisata dengan status super prioritas dapat diterapkan program Wisata Halal.

Hukum positif kita khususnya UU Kepariwisataan dengan tegas menyatakan bahwa “Kepariwisataan diselenggarakan dengan prinsip menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya sebagai pengejawantahan dari konsep hidup dalam kesimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan antara manusia dan sesama manusia dan hubungan antara manusia dengan lingkungan, keberagaman budaya dan kearifan lokal”.

Sebagai Kepala Negara, Emir Qatar dan rombongannya sudah pasti memiliki informasi lengkap tentang kondisi geografis, kultur masyarakat dengan toleransi yang tinggi, masyarakat majemuk dengan mayoritas beragama Katolik, dengan adat budaya yang bebeda di setiap Kabupaten.

Sehingga Emir Qatar dan rombongannya dengan kepercayaan penuh datang berkunjung, sekaligus bagi warga Muslim Flores ini merupakan sebuah kunjungan kehormatan, karena bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri dimana sebagian Warga Flores beragama Muslim, sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Ini menjadi bukti bahwa faktor budaya dan keindahan Alam Pulau Flores, NTT yang menjadi tujuan utama kunjungan Emir Qatar, bukan persoalan ada atau tidak program Wisata Halal di Flores bahkan di Indonesia.

Penulis adalah Pengamat Masalah Hukum dan Sosial Budaya di NTT