Kunjungi Garut, Basuki Fokus Tangani Tanggap Darurat Banjir

Kunjungi Garut, Basuki Fokus Tangani Tanggap Darurat Banjir

0
BERBAGI

JAKARTA-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau langsung lokasi banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kemarin.

Setelah meninjau lokasi banjir bandang, Menteri Basuki mengatakan, saat ini fokus Kementerian PUPR adalah penanganan darurat, seperti penyediaan pengungsian dan air bersih dan perbaikan tanggul yang runtuh.

Kementerian PUPR sendiri telah mengerahkan sebanyak 7 mobil tangki, 17 hidran umum, 20 toilet bongkar pasang (knockdown), 1 truk tinja dan 200 jerigen air sudah berada di titik pengungsian. “Untuk tanggap darurat kami menyediakan shelter dan air. Tadi yang di rusun sudah siap dan sudah bisa dimanfaatkan terutama airnya, sudah ada hidran umum,” kata Menteri Basuki dalam rilis yang diterima wartawan di Jakarta, Jumat (23/9).

Menteri Basuki juga sudah menyiapkan lokasi pengungsian yakni rumah susun setinggi 5 lantai yang terdiri dari 98 unit tipe 28, lokasinya sendiri di Desa Mangku Rakyat.
Sementara untuk kerusakan Desa Kaum Lebak, setelah dicel tidak terlalu parah. “Tanggul kita masih bagus. Diperkirakan justru kalau tidak ada tanggul, bablas semua,” kata Menteri Basuki.

Di samping tanggul sungai di Desa Kaum Lebak, Kementerian PUPR juga akan memperbaiki tanggul di lokasi lainnya yang runtuh.

Untuk penanganan ke depan, Kementerian PUPR akan membangun rumah susun dan melakukan penataan kawasan di bantaran sungai tersebut.
“Saya bilang pada Danrem koordinasi dengan bupati, kalau mereka setuju kita bangun rusun sambil menata kawasan di situ, kira-kira ada dua rusun, satu rusun untuk purnawirawan dan satu lagi untuk masyarakat ,” tambah Menteri Basuki.

Lokasinya ada dua alternatif yaitu ditanah Pemda Kabupaten Garut sendiri di Jalan Pembangunan atau di sebelah SLB CYKP yang juga lahan Pemda yang ditempati oleh Korem (untuk dibangun rusun).

Bantuan

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra Atmawidjaja mengatakan, sebanyak tujuh mobil tangki air sudah bekerja untuk melayani kebutuhan air bersih pengungsi.

Sebanyak 17 unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter juga telah berada di 6 titik pengungsian yakni di Rusun Gandasari Indah sebanyak 2 unit, Cimacan 2 unit, di Jalan Pembangunan 2 unit, Kantor Korem 2 unit, Paminggir 2 unit, RSUD Garut 2 unit, Kantor Dinas Tenaga Kerja Garut 2 unit dan 4 unit dicadangkan bila ada penambahan titik pengungsi. “Sementara untuk penanggulangan darurat di RSUD Garut sudah tiba 400 lembar kawat untuk penanggulan sungai dengan bronjong kawat. Jumlah bronjong kawat akan ditambah hingga 2.000 lembar yang saat ini dalam proses pengangkutan,” katanya. ***