Kunjungi PSI, Anita Wahid Ajak ‘Siskamling Digital’ untuk Perangi Hoax

31
Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Anita Wahid yang juga putri ketiga mantan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid saat mengunjungi base camp PSI .

JAKARTA-Upaya melawan hoax atau penyebaran berita bohong terus berlanjut. Setelah Jumat pekan lalu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar “Kebohongan Award”, Rabu 9 Januari 2019, DPP PSI menerima Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), yang dipimpin Anita Wahid, putri ketiga mantan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid.

Selaku Presidium Mafindo, Anita Wahid, menitip pesan politik kepada PSI, jika berhasil menempatkan kader-kadernya di DPR nanti.

“Kalau PSI terpilih nanti di DPR nanti, mohon bantuannya untuk membuatkan perangkat hukum yang jelas mengenai ini, yang tegas dan juga memberikan efek jera,” papar Anita Wahid di basecamp DPP PSI seperti dikutip dari laman psi.id.

Sementara, kepada publik, Mafindo mengajak untuk melakukan ‘siskamling gigital’ untuk melawan hoax.

”Kami mengajak seluruh komponen bangsa siskamling digital. Tolong laporin aja. Polisi punya aplikasi siber polisi, menkominfo punya tempat menerima aduan. Mafindo juga bisa memverifikasi,” kata Anita di Jakarta, Rabu (9/1).

Sementara, pada hari-hari menjelang Pemilu 2019 ini pun, Mafindo mengharapkan peran sentral PSI dalam melakukan pendidikan politik kepada masyarakat di dunia maya. Salah satunya yaitu ide-ide kreatif dalam memberi efek jera kepada pelaku penyebar hoax.

“PSI kan partai anak muda yang banyak kreatifitasnya, mungkin bisa memunculkan hukuman-hukuman terhadap produsen dan penyebar hoax yang memberikan efek jera, tapi juga tidak memberikan beban berlebihan kepada negara.” tambah Anita

Di hadapan DPP PSI dan awak media, Mafindo merilis hasil penelitian selama 3,5 tahun terakhir, yang menunjukkan peningkatan drastis penggunaan hoax dalam kontestasi politik. Pada 2015, dalam kurun waktu 6 bulan lembaga ini menemukan 61 hoax. Selama 2016, ditemukan 330 hoax.

Pada 2017, setidaknya didapati 710 hoax, dan 10 bulan selama 2018 tercatat ada 976 kabar bohong berseliweran di media sosial.

“Sepanjang 3,5 tahun terakhir ini (sejak 2015), kami mendeteksi ada 2.227 hoax yang beredar dan sebagian besar itu (berbau) politik,” pungkas perempuan yang banyak berkecimpung di bidang penguatan masyarakat sipil itu.

Kegiatan ini merupakan rangkaian roadshow oleh Mafindo untuk menemui dan beraudiensi dengan partai-partai politik peserta Pemilu 2019.

Dalam sambutannya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni sangat mengapresiasi kedatangan aktivis Magindo karena PSI kerap jadi objek hoax.

“Tentu kami merasa terhormat, sebagai korban hoax kami didatangi rombongan Mbak Anita Wahid dan kawan-kawan, terlebih ini tahun politik,” kata Toni, panggilan akrab Raja Juli Antoni.

PSI merasa ikut bertanggung jawab menghadirkan suasana kampanye yang sehat di sisa 3 bulan menjelang pencoblosan 17 April mendatang.

“Masih ada waktu 3 bulan lagi. Tantangan kita adalah bagaimana menggelar kampanye yang positif, kampanye yang produktif, sehingga kita tidak kehilangan common goal and common goal,” tutur Toni.