KWI Selenggarakan Indonesian Youth Day 1-6 Oktober 2016

KWI Selenggarakan Indonesian Youth Day 1-6 Oktober 2016

45
0
BERBAGI
photo:orangkatolikmuda.net

JAKARTA-Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyelenggarakan Indonesian Youth Day (IYD) yang merupakan hari pertemuan Orang Muda Katolik se-Indonesia. Pada tahun 2016, IYD diselenggarakan untuk kedua kalinya di Manado pada tanggal 1-6 Oktober 2016. Sebelumnya, acara ini diselenggarakan di Sanggau, Kalimantan Barat pada tahun 2012.

Kegiatan ini akan melibatkan 3.000 orang muda Katolik dari 37 keuskupan di seluruh Indonesia,  yang akan berkumpul dan menceritakan mengenai kiat mereka dalam mengedepankan nilai-nilai positif di tengah masyarakat yang semakin moderen dan majemuk.

Ketua Komisi Kepemudaan KWI / Uskup Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi,  mengatakan Komisi Kepemudaan KWI lewat kegiatan Indonesian Youth Day (IYD) mengajak orang muda untuk merayakan kemajemukan.

Tema IYD 2016 ini adalah Sukacita Injil di Tengah Masyarakat Indonesia yang Majemuk, kami ingin mengajak Orang Muda Katolik untuk mengembangkan diri, menumbuhkan solidaritas, kepekaan sosial terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, seperti kemiskinan, kerusakan lingkungan, penyalahgunaan narkoba, ketimpangan ekonomi, konflik sosial dll.

Menurutnya, kemajemukan bangsa Indonesia, justru menjadi modal utama Orang Muda Katolik untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. “Lewat perjumpaan di antara orang muda Katolik, dari berbagai daerah, diharapkan mereka dapat berbagi pengalaman, refleksi iman maupun wawasan, sehingga memperkokoh komitmen kebangsaan demi masa depan mereka yang lebih baik,” tuturnya.

Ketua Umum IYD 2016 Manado Pastur John Montolalu Pr,  menjelaskan kegiatan IYD dimulai dengan live in atau tinggal bersama dengan penduduk di berbagai wilayah di Tana Minahasa. Di sini peserta akan  merasakan kehidupan orang muda Katolik di latar budaya yang berbeda, dan kehidupan paroki dan juga masyarakat setempat dalam kompleksitas kehidupan lokal. Ada keunikan yang akan dirasakan peserta, terutama yang dari Jawa maupun Sumatera, kehidupan toleransi yang hidup di Minahasa, di mana populasi terbesar adalah pemeluk agama Kristen, sementara jumlah umat Katolik dan agama lain lebih minoritas.

Setelah 3 hari live in, peserta IYD akan berkumpul di kota Manado, mengikuti serangkaian kegiatan seminar dan workshop yang diberikan oleh para Bapa Uskup dan tokoh masyarakat. Nuansa persaudaraan dan kekeluargaan selama IYD diharapkan membantu Orang Muda Katolik mengembangkan diri, menumbuhkan solidaritas, dan komitmen untuk mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik. Dan kami akan menyambut OMK-OMK dari seluruh Indonesia dengan kehangatan dan keramahtamahan khas Minahasa.

Untuk menjangkau Orang Muda Katolik lain di luar 3.000 peserta IYD 2016, KWI menyediakan platform interaksi online dengan pembahasan topik-topik yang dibawakan di IYD. Melalui platform online ini, orang muda Katolik seluruh Indonesia bisa berkumpul untuk bertukar pikiran dan mendapatkan bimbingan. Beberapa topik khusus yang akan dibahas pada platform ini adalah orang muda Katolik dan dunia teknologi, orang muda Katolik dan dunia sosial dan politik, dan juga orang muda Katolik dan budaya multikultur.

Penyanyi dan Selebriti Indonesia Citra Scholastika, mengatakan, sebagai perwakilan orang muda Katolik, saya tentunya sangatlah antusias menyambut inisiasi Indonesian Youth Day dan platform online yang akan diluncurkan. “Menurut saya, dibutuhkan suatu wadah bertujuan positif yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang muda untuk tetap berpegang teguh dengan imannya dan dalam menjalani kehidupannya sehari-hari,” ujarnya.

Tema mengenai Suka Cita Injil di tengah masyarakat yang majemuk, sangatlah cocok diterapkan bagi orang muda Katolik di Indonesia mengingat berbagai kultur, latar belakang, suku, etnis dan agama yang ada di Indonesia. “Saya harap, banyak dari teman-teman orang muda Katolik yang bisa ikut berkontribusi dalam platform ini dan membawa pulang nilai-nilai baik yang disampaikan. Harapan saya nantinya semua orang muda Katolik bisa turut serta menjadi suara positif bagi negara kita ini,” pungkasnya.