Lima Daerah Terindikasi Rendah Literasi Soal Asuransi

12
republika.co.id

JAKARTA-PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo menilai kebanyakan masyarakat menganggap bahwa asuransi itu hanya ada asuransi kesehatan saja. Padahal masih banyak produk produk yang dapat melindungi mereka dari risiko yang hadir dalam kegiatan sehari-hari.

“Asuransi lain seperti asuransi kecelakaan diri atau asuransi perjalanan yang merupakan salah satu produk dari Askrindo, atau asuransi pendidikan yang dimiliki oleh perusahaan asuransi lain,” kata Sekretaris Perusahaan Denny S. Adji dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Oleh karena itu, kata Deni, Askrindo akan menyelenggarakan literasi asuransi di lima kota untuk meningkatkan literasi atau kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki asuransi. Apalagi angka literasi asuransi yang masih rendah, Askrindo selaku BUMN dan lembaga keuangan yang bergerak di bidang perasuransian turut wajib menyosialisasikan terkait asuransi.

“Dalam rangka hari asuransi tahun ini, kami menyelenggarakan program literasi asuransi di daerah yang relatif angka literasi asuransinya masih sangat rendah yakni Mataram, Ternate, Tarakan, Gorontalo dan Kupang,” tambahnya.

Kegiatan literasi ini didorong karena masyarakat Indonesia yang belum sepenuhnya sadar akan pentingnya berasuransi. Hal tersebut didasarkan dari data survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016.

Dalam survei tersebut, indeks tingkat literasi asuransi tercatat turun menjadi 15,8 persen dibandingkan 2013 yang mencapai 17,84 persen. Padahal, tingkat utilitas tahun 2016 mencapai 12,08 persen, naik dari hasil survei tahun 2013 di angka 11,81 persen.

Berdasarkan data tersebut, dari 100 orang Indonesia, hanya 15-16 orang yang mengenal lembaga keuangan asuransi. Sementara itu, hanya ada 12 orang yang sudah menggunakan jasa asuransi.

Oleh karena itu, Askrindo menyelenggarakan literasi asuransi di lima kota. Kegiatan ini menyasar siswa sekolah menengah atas/kejuruan, diikuti oleh 535 orang siswa dengan rata-rata jumlah peserta di tiap daerah sebanyak 107 siswa.

Dalam kegiatan literasi yang diselenggarakan, Askrindo membahas tentang hal mendasar mengapa perlu adanya asuransi dan pentingnya berasuransi, yaitu hubungan antara risiko dan asuransi. Selain itu, dijelaskan juga jenis-jenis asuransi dan manfaatnya.

Tidak hanya dalam rangka memperingati Hari Asuransi saja, Askrindo juga telah melakukan literasi asuransi dalam beberapa kesempatan, di antaranya dalam program CSR lingkungan yang dilaksanakan rutin setiap bulan.

Dalam program Askrindo Peduli Sungai Ciliwung, Askrindo menggagas salah satu program, yaitu literasi bersih sungai. Tidak jarang pada kesempatan tersebut, Askrindo membahas risiko degradasi lingkungan dan kaitannya dengan pentingnya berasuransi.

Sama halnya ketika program siswa Mengenal Nusantara, Askrindo tidak luput meliterasi siswa-siswa pertukaran pelajar tentang wawasan dan pentingnya berasuransi.

“Kami sadar tentang stereotip masyarakat terhadap asuransi, seperti klaim yang sulit, iuran yang mahal dan lain sebagainya. Namun kami terus berupaya melakukan pendekatan yang lebih halus melalui program-program kami yang lain, seperti penetrasi melalui kegiatan CSR,” kata Denny.

Sementara itu, guna menjawab tantangan digitalisasi serta masuk ke dalam era milenial, Askrindo terus melakukan penetrasi secara digital. Salah satunya dengan adanya aplikasi digiAsk yang bertujuan memudahkan masyarakat membeli serta menambah wawasan tentang pentingnya berasuransi.