Mekanisme Insentif Dorong Bank Kucurkan Kredit

32

Jakarta—Bank Indonesia diminta menggunakan pendekatan insentif dalam regulasi kebijakan target minimal kredit UMKM kepada bank-bank. “Kami lebih mendorong regulator untuk menggunakan pendekatan insentif saja daripada pendekatan berpasangan disinsentif dan insentif untuk kredit UMKM,” kata Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas), Sigit Pramono di Jakarta,10/12/2012
Lebih jauh kata Mantan Dirut BNI ini, maksud dari pendekatan insentif saja yakni apresiasi kepada bank-bank yang mampu menyalurkan kredit UMKM dalam jumlah yang lebih besar baik berupa penghargaan ataupun keringanan, dan tidak perlu adanya disinsentif atau penalti bagi bank-bank yang tidak memenuhi target.”Kalau ingin mendorong, ya lakukan sistem insentif saja, jangan berikan sanksi atau hukuman bagi bank yang tidak mencapai target,” ungkapnya
Dia beralasan, bank tidak bisa dipaksa untuk melakukan hal yang menurut mereka berbeda dengan risiko yang mereka ambil (risk appetite). “Kalau bank itu risk appetite-nya tidak ke kredit mikro, pasti SDM-nya, organisasinya, semuanya pasti diarahkan ke situ, kalau dipaksakan nanti justru bermasalah misalnya NPL -nya (kredit bermasalah) tinggi dan lainnya,” jelasnya
Sigit mengatakan Perbanas akan menghimbau terus agar pendekatan insentif yang lebih banyak dilakukan terkait kebijakan-kebijakan BI.”Kami masih berharap adanya perubahan terkait regulasi BI itu. Toh nantinya 2014 regulasi sudah ada di tangan OJK, kami akan menjalin komunikasi dengan OJK agar menggunakan pendekatan insentif tersebut,” imbuhnya. **can