Melongok Sekolah Beralaskan Tikar di Tangerang

Melongok Sekolah Beralaskan Tikar di Tangerang

25
0
BERBAGI
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Kademangan, Tangerang Selatan/Raja Tama

Kondisi ruang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Kademangan, Tangerang Selatan sangat memprihatinkan.Selain kondisi ruang belajar yang tak layak, sejumlah fasilitas gedung penunjang lingkungan sekolah pun masih sangat minim. Seperti tidak adanya perpustakaan, ruang guru, WC, laboratorium IPA dan fasilitas gedung lainnya.

Jangankan bermimpi untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) full day school, seperti yang diwacanakan Kemendikbud, Muhadjir Effendy, SDN 02 Kademangan, Tangerang Selatan, malah harus rela mengikuti KBM diruang yang tidak seharusnya. Ibarat pepatah, tak ada rotan, akarpun jadi, kegiatan belajar di SDN ini tetap berjalan meski hanya beralaskan tikar seadanya.

Kekurangan lokal kelas membuat 247 siswa bahkan harus mengikuti KBM secara bergantian atau sistem shift. Parahnya lagi ratusan siswa sekolah dasar itu juga harus menikmati sarana belajar dengan alas tikar disebuah ruang yang disebut sebagai perpustakaan, laboratorium IPA, Mushala dan sampai dapur sekolah.  “Mungkin bisa dibilang ruang serba guna, karena semua jadi satu antara perpus, lab, mushala dan ada kompor memang untuk keperluan memasak,” ujar Suhendi Kepsek SDN 02 Kademangan,  di SDN Kademangan 02, di Kampung Kademangan, RT05/03, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten Kamis (11/8).
Suhendi bercerita bahwa keterbatasn ruang kelas di SDN 2 Kademangan, sudah terjadi bertahun-tahun. Namun sayangnya,  pemerintah Kota Tangsel hingga saat ini nampaknya belum banyak berbuat. “Usulan memang sudah disampaikan, tapi kami disekolah hanya mengikuti saja. Kami kasihan saja para siswa dan guru yang harus mengajar dua shift setiap harinya,” jelasnya.
Karena itu, sangat sulit bagi sekolah ini  menjalankan sistem belajar mengajar sehari penuh, karena untuk memenuhi kuota siswa yang ada saja sekolah mengakui keteteran. “Tentu tidak mungkin kalau KBM sehari penuh, dengan 247 siswa yang ada saja kami buat jam sekolah pagi dan siang,” akunya.

Toilet Sekolah yang jorok
Toilet Sekolah yang jorok

Suhendi berharap, Pemkot Tangsel memberikan perhatiannya kepada SDN Kademangan 02, agar para siswa bisa belajar laik dan nyaman. “Pastilah tidak nyaman, kalau serba terbatas, sebenarnya kami berharap pemerintah daerah atau pusat memerhatikan sekolah kami yang adanya tidak seberapa jauh dari Ibukota,” cetusnya.

Selain lokal kelas yang minim, sarana toilet siswa juga dirasa sangat tidak laik. Selain bercampur antara siswa laki dan perempuan, 6 ruang toilet yang ada hanya satu yang memiliki pintu, sementara 5 sisanya tak berpintu.

Sejumlah guru, orang tua dan siswa juga mengeluhkan ketiadaan pagar pembatas sekolah. Pasalnya peristiwa pencurian juga sempat terjadi. “Kalau upacara sering juga ada kambing masuk cari makan dihalaman sekolah, ujar Rahmat seorang murid kelas IV.  (Raja Tama)