Membangun Demokrasi Butuh Anggaran Besar

27
ilustrasi sindonews.com

JAKARTA–Sekjen MPR RI Ma’ruf Cahyono mengatakan membangun demokrasi yang bagus memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu sosialisasi empat pilar yang merupakan bagian dari membangun demokrasi tetap harus dilanjutkan kepada semua sasaran. “Kerja sama dengan media harus ditingkatkan sebagai upaya untuk menyukseskan sosialiasi kelembagaan MPR RI,” katanya dalam acara “Ngopi dan Ngobrol Bareng Wartawan” di ruangan Media Center/Pressroom DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Dalam silaturrahmi tersebut terjadi dialog sederhana dengan ratusan wartawan dan kesekjenan MPR RI, yang bermuara pada suksesnya tugas-tugas kelembagaan MPR RI dan sosialiasi empat pilar MPR RI.

Dalam acara itu, Sekjen MPR RI didampingi Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antarlembaga, dan Layanan Informasi, Biro Humas Setjen MPR Rharas Esthining Palupi, Kepala Subbagian Pemberitaan dan Layanan Informasi, Bagian Pemberitaan, Hubungan Antarlembaga, dan Layanan Informasi, Biro Humas Setjen MPR RI Budi Muliawan.

Selain memperkenalkan jajarannya, Ma’ruf berharap mendapat masukan dari wartawan. Khususnya terkait sosialisasi empat pilar MPR RI selama ini sejauh mana keberhasilannya? “Evaluasi sosialiasi itu ada dua; kualitatif dan kuantitatif. Indikatornya banyak, dan baik-baik. Sedangkan secara kualitatif, sasaran sosialiasi selama ini mencapai ribuan elemen masyarakat termasuk guru, mahasiswa, akademisi dan lain-lain,” katanya

Salah satu faktanya kata Ma’ruf, NKRI sampai saat ini tetap kokoh, mayoritas masyarakat mengetahui sekaligus memahami kelembagaan, dan tugas-tugas MPR RI sebagai lembaga negara. Demikian pula Pancasila sebagai ideologi, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. “Meski masih ada sebagian kecil masyarakat yang belum tahu. Seperti kasus pedangdut Zaskia Gotik, dan lain-lain,” tambah Ma’ruf.

Karena itu kata Ma’ruf, sosialiasi empat pilar MPR RI harus sampai ke masyarakat. Makanya media massa perli dirangkul. “Dengan gagasan yang kreatif dan inovatif, Insya Allah sampai ke masyarakat, bangsa dan negara ini tetap dalam bingkai NKRI,” pungkasnya.