Menag Dukung Pendidikan Berbasis Boarding School di Pesantren

39
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin/photo Raja Tama

TANGERANG-Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mendorong konsep pendidikan boarding school (mondok) sebagai alternatif pilihan sebagai model pengembangan pesantren potensial yang akan datang. Hal ini penting agar pesantren menjadi lembaga pendidikan yang maju dan bersaing dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berbasis pada nilai-nilai spiritual yang handal.  “Melihat perkembangan pendidikan saat ini, boarding school adalah yang paling relevan dalam konteks pendidikan ita kedepan,” papar Lukman di MAN Insan Cendekia, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (4/4).

Dia menyakini, sistem pendidikan boarding ini mampu memantau seluruh kegiatan peserta didik selama 24 jam penuh mulai dari bangun pagi sampai tidur, ini. Model seperti ini, syarat dengan nilai-nilai edukasi.  “Pendidikan yang diterima di sekolah, diamalkan dilingkungan boarding usai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Ini efektif membentuk karakter anak didik,” lanjut Menag.

Meski begitu, perubahan status Madrasah menjadi Boarding tidaklah mudah.  “Ada prasyarat yang tidak sederhana, jika ingin mengembangkan Madrasah menjadi Boarding School,” akunya.

Meski tidak mudah, dia mengaku sudah ada beberapa Madrasah yang dibina untuk diarahkan menjadi Boarding School.  “Beberapa madrasah Kita arahkan untuk dikembangan menjadi boarding school, tapi memang ada prasyarat yang tidak sederhana,”  pungkasnya. (Raja Tama)