Mendag: Harga Kebutuhan Pangan Selama Ramadan Terkendali

16

Menurut dia, kestabilan harga dan ketersediaan pangan ini telah memberikan iklim yang sejuk pada situasi politik Indonesia. Ini tak lepas dari kinerja Kementerian Perdagangan yang mampu menjaga ketersediaan bahan pokok dengan harga yang relatif stabil. “Isu ketersediaan pangan pada dasarnya merupakan salah satu isu yang cukup sensitif. Bagusnya hal ini memperoleh perhatian pemerintahan Jokowi,” jelasnya.

Dia memandang, kemampuan pemerintah memenuhi ketersediaan pangan ini juga membuat legitimasi pemerintahan Jokowi lebih kuat jelang masa periode keduanya. Apalagi keberhasilan pemerintahan Jokowi mengendalikan harga kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan ini tak hanya terjadi di tahun 2019 saja. Situasi serupa terjadi pada tahun sebelumnya.

Nugroho mencatat setidaknya sudah 3 tahun berturut-turut perayaan Idulfitri, harga bahan pokok bisa dikendalikan.

“Namun khusus tahun 2019, hal tersebut menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan masa kampanye politik. Harga stabil maka dapat dikatakan bahwa pemerintahan Jokowi sekali lagi terbukti berhasil mengendalikan harga kebutuhan pokok selama Ramadan dan menjelang Idulfitri,” kata Nugroho.

Pengamat politik Ray Rangkuti mengamati ketiadaan lonjakan harga di pasaran jelang hari raya selama 3 tahun belakangan, merupakan hal yang dapat dinikmati oleh masyarakat beberapa tahun belakangan ini.

Menurutnya, capaian atas harga bahan pangan yang stabil itu merupakan hasil pembenahan yang dilakukan oleh pemerintah selama ini. Dengan demikian, pemerintah dapat memberikan kepastian harga yang terjangkau bagi masyarakat.

“Tidak bisa hal ini dipandang hanya untuk menjaga kondisifitas kekinian saat ini, yakni pascapemilu. Ini hasil pembenahan,” ungkapnya.

Pandangan sama dikemukakan pula oleh Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. Kenaikan harga-harga komoditas pangan memang tetap terjadi jelang Lebaran, tapi diamatinya masih dalam batas rasional.

“Dalam kondisi Ramadan dan menjelang Lebaran, distribusi menjadi kunci. Banyak yang mau lebaran di kampung, kemudian para pedagang juga banyak mudik. Pasti efeknya ke harga-harga yang kemudian naik. Ada semacam ‘ongkos lebaran’ yang harus dibebankan ke konsumen,” ujar Tulus.

Tulus mengatakan, upaya pemerintah sudah cukup baik meski belum maksimal. Demi mengendalikan harga saat Ramadan dan Idulfitri, kata dia, pemerintah ke depannya harus menata jalur distribusi.