Mendag: Indonesia Makin Kompetitif Bagi Investasi Dunia

30
Mendag Thomas Trikasih Lembong pada dialog interaktif dengan sejumlah anggota US Chamber of Commerce di Hotel Fairmont, San Francisco, AS,

SAN FRANCISCO-Pemerintah telah melakukan reformasi kebijakan di bidang ekonomi. Reformasi ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat kompetitif bagi investasi dunia. Karena itu, para pengusaha Amerika Serikat (AS) diharapkan tak ragu-ragu menanamkan investasinya di Indonesia saat ini.

Demikian ditegaskan Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong pada dialog interaktif dengan sejumlah anggota US Chamber of Commerce di Hotel Fairmont, San Francisco, AS, seperti dikutip dari situs kemendag.go.id di Jakarta, Kamis (18/2).

Mendag Thomas Lembong meyakini reformasi kebijakan ini akan mendatangkan banyak investasi. “Pemerintah Indonesia telah mereformasi kebijakan perekonomian Indonesia agar semakin kompetitif. Kami optimistis lewat kesempatan ini akan menarik lebih banyak investor,” jelas Mendag.

Pertemuan itu juga dihadiri Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani. Para pimpinan dan CEO perusahaan besar dunia yang juga anggota US Chamber of Commerce, juga hadir seperti Chevron, Caterpillar, Asia Business Council, Blackberry, Cargill, Microsoft, dan Phillip Morris.

Mendag Thomas bersama Kepala BKPM menjelaskan beberapa sektor yang makin terbuka bagi investasi asing, antara lain 17 bidang usaha yang mengizinkan kepemilikan modal asing hingga 100%. Mendag juga menunjukkan 12 bidang usaha dengan batas kepemilikan asing hingga 95% seperti bidang perkebunan dengan luas > 25 Ha. Sedangkan 7 bidang usaha dengan batas kepemilikan asing 85%, seperti sewa guna usaha. Sebanyak 48 bidang usaha dengan batas kepemilikan asing hingga 67%, dan sebanyak 7 bidang usaha dengan batas kepemilikan asing 51% seperti pariwisata alam.

Menurut Thomas, langkah pemerintah ini mendapat apresiasi dari US Chamber of Commerce. “US Chamber of Commerce sangat mengapresiasi kebijakan Indonesia tersebut dan berharap sektor penting seperti kesehatan dan logistik masuk dalam sektor yang dibuka bagi investasi asing,” lanjut Mendag Thomas.

Menurut Thomas, dunia usaha AS juga mengapresiasi kebijakan BKPM yang memberikan layanan izin investasi 3 jam dan terintegrasi dalam sistem perizinan satu pintu (one stop services) untuk investasi senilai minimal Rp 100 miliar dan/atau menyerap tenaga kerja minimal 1.000 orang.

Selanjutnya, Mendag Thomas dan Kepala BKPM mendorong para investor datang langsung ke BKPM atau mengirim salah satu investor dengan membawa surat kuasa untuk mendapatkan izin investasi yang diperlukan. Mendag juga menginformasikan bahwa pada 2017 akan didirikan Badan Promosi Indonesia yang akan menggabungkan seluruh kegiatan promosi yang berada di 17 kementerian di Indonesia.

Sebelum memulai roadshow, AEM juga melakukan pertemuan internal untuk membahas dan mengonsolidasikan posisi ASEAN atas beberapa isu kerja sama ASEAN-AS yang masih belum mencapai kata sepakat dengan United States Trade Representative (USTR). ASEAN akan melakukan pertemuan dengan USTR pada 17 Februari 2016 waktu AS.