Mendag Tantang Pengusaha Asing Investasi Produk Pangan

Mendag Tantang Pengusaha Asing Investasi Produk Pangan

0
BERBAGI
Mendag Enggartiasto Lukita didamping Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dan  Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurman, memantau pasar modern BSD, Serpong Tangerang Selatan, Minggu (7/8)/photo Raja Tama

TANGERANG-Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita mengatakan akan memprioritaskan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan secara nasional.

Dia pun menantang pengusaha asing investasi produk pangan di Indonesia. “Kita prioritaskan supaya mandiri pangan. Saya tidak anti asing, kalau mereka mau sama-sama investasi disini,” ucapnya di pasar modern BSD, Tangerang Selatan, Banten , Minggu, (7/8).

Dia menyadari, ketersediaan pangan di dalam negeri masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.  “Semua ini ada roadmapnya. Pertama harga harus stabil dan harus ada proyeksi untuk penurunan harga. Kita lihat dari harga-harga yang ada memang masih ada kenaikan atau kondisi harga yang belum turun, tapi beberapa seperti ayam dan komoditi lain sudah turun,” akunya.

Dia berharap  melalui roadmap yang dibuatnya, kondisi pasar akan stabil dari sisi suplai dan permintaan masyarakat juga terjaga dengan harga yang terjangkau.  “Kita menyadari masih ada defisit, ketersediaan dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan pasar, maka dari itu suplai akan kita berikan perhati,” tandasnya.

Saat bertatap muka dengan pedagang, politisi Nasdem itu memastikan pasokan barang kebutuhan pokok dalam kondisi aman dan stabil.

Enggar yang tiba sekira pukul 07.00 WIB, tiba didampingi beberapa pejabat di lingkungan Kementrian Perdagangan, beserta Walikota Tangerang Selatan dan para pejabat. Langsung masuk dari pintu selatan pasar dan bertanya kepada sejumlah pedagang.

Riki Yakub, 26, pedagang daging sapi dihadapan menteri perdagangan mengaku, enggan menjual daging sapi impor di lapak miliknya. “Sapi impor disini kurang diminati, pembeli pada gak mau,” timpalnya.

Mesti terbilang lebih murah, pembeli di pasar modern lanjut Riki, lebih senang dengan sapi lokal segar bukan daging beku.
Ketika ditanyai Mendag, Riki menjawab, daging sapi lokal yang dijualnya berkisar antara 87 sampai 140 ribu. “Macam-macam Pak, kalau paha 140 perkilo, kalau yang masih banyak gajihnya antara 87 sampai 90 ribu perkilo,” tandas Riki yang sudah 8 tahun berjualan di tempat itu.

Sementara pedagang daging ayam, Efendi Chicken mengaku penurunan harga ayam sudah berlangsung sejak empat hari kemarin. “Baru empat hari ini turun, jadi 35 Sampai 38 sekilo kalau pas lebaran 40-45 perkilo,” tandas Efendi.

Dia mengaku untuk pasokan daging ayam dirinya dan sejumlah pedagang ayam di lapak penjual ayam potong tersebut, tidak mengalami gangguan  “Pasokan aman, tidak ada kelangkaan, harga juga stabil kembali abis lebaran,” timpalnya.

Selain mengunjungi pasar modern BSD, rombongan Kementrian perdagangan juga akan melakukan kunjungan ke sejumlah pasar tradisional dan rumah potong hewan. (Raja Tama)