Mendikbud Bantu Rp3,1 Miliar Gerakan Literasi Di Lanny Jaya

Mendikbud Bantu Rp3,1 Miliar Gerakan Literasi Di Lanny Jaya

0
BERBAGI

LANNY JAYA–Pemerintah memberikan bantuan dana penuntasan keaksaraan sebesar Rp3,183 Miliar ke Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Sekaligus meresmikan Gerakan Indonesia Membaca (GIM), karena melihat semangat masyarakat dalam memajukan pendidikan. “Saya melihat semua orang di tempat yang saya kunjungi di Papua, khususnya di Lanny Jaya sangat bersemangat untuk maju,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy
kepada masyarakat yang hadir pada acara peresmian gerakan literasi tersebut, Sabtu (8/10/2016).

Tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dijemput oleh Bupati Beva Jigibalom dan Sekretaris Daerah Christian Sohilait menggunakan pesawat Cesna Caravan milik maskapai penerbangan Alda Air.

Dengan luas total wilayah sebesar 6.448 kilometer persegi, atau setara dengan 2,03% dari luas wilayah Propinsi Papua, Lanny Jaya merupakan salah satu kabupaten yang mendedikasikan 40% Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murninya untuk sektor pendidikan. Anggaran fungsi pendidikan itu tidak termasuk tambahan dana bantuan, baik Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Pada 2016, Kabupaten Lanny Jaya tercatat memiliki 10 Distrik yang meliputi Balingga, Dimba, Gamelia, Kuyawage, Maki, Melagineri, Pirime, Poga, Tiom, dan Tiomneri.

Adapun gerakan literasi yang dicanangkan Mendikbud di Lanny Jaya hari ini akan dilaksanakan secara massal, dimulai dari PAUD. Pemerintah daerah (Pemda) berencana memberikan bonus khusus kepada setiap guru Sekolah Dasar (SD) yang berhasil menuntaskan baca tulis hitung (calistung) 100% di kelasnya.

Sementara itu Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Erman Syamsudin menyampaikan gerakan literasi telah berjalan secara nasional dan hasilnya sudah mulai dirasakan. Anak-anak putus sekolah semakin berkurang, minat baca semakin baik. “Angka putus sekolah menurun, minat baca juga semakin meningkat,” ujarnya.

Satu Atap Dengah Asrama

Bupati Beva menyampaikan rencana pembangunan sepuluh sekolah satu atap berasrama untuk SD dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk membantu para siswa belajar dengan lebih baik dan fokus. Hal tersebut disambut baik oleh Mendikbud sembari berjanji akan memberikan bantuan untuk pendirian sekolah satu atap berasrama di wilayah Lanny Jaya.

Guru besar pendidikan masyarakat itu berharap kunjungannya ke Lanny Jaya bukanlah yang terakhir. Ia juga menitipkan pesan kepada Pemda, guru, dan masyarakat agar bergerak bersama-sama, bersinergi memajukan mutu dan kualitas pendidikan untuk Papua yang lebih baik saat Indonesia berusia seratus tahun. “Saya yakin jika anak-anak di Lanny Jaya ini terus diasah kemampuannya, mereka akan menjadi generasi hebat dan membangun Lanny Jaya jauh lebih maju,” pungkas Mendikbud.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Beva juga menjelaskan Lanny Jaya memiliki komitmen penuh untuk pendidikan, salah satunya dengan mengontrak 370 orang guru yang berasal dari program Sarjana Mendidik di daerah terrtinggal, terdepan, terluar (SM-3T) dan Guru Garis Depan (GGD) untuk membantu pendidikan di wilayah mereka. “Guru adalah garda terdepan kami di kabupaten Lanny Jaya. Kami harapkan setelah lima tahun bekerja kiranya bapak menteri dapat memprioritaskan guru kontrak ini menjadi PNS,” ungkap Beva kepada Mendikbud. Di penghujung pertemuan, Bupati Beva menyerahkan daftar nama guru-guru kontrak dan program pendidikan Kabupaten Lanny Jaya kepada Mendikbud.

Nampak mendampingi Mendikbud, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Charles Simare mare, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Didik Suhardi, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata, Staf Ahli bidang Hubungan Pusat dan Daerah James Modouw, Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Erman Syamsudin. Seusai kunjungan ke Lanny Jaya, Mendikbud melanjutkan perjalanan ke Manado untuk menghadiri Malam Puncak Anugerah Apresiasi Film Indonesia tahun 2016.***