Menengok Reklamasi di Pantai Dadap

Menengok Reklamasi di Pantai Dadap

0
BERBAGI
Photo Raja Tama

TANGERANG- Aktifitas warga pesisir Kampung Baru Dadap, Tangerang tetap berjalan normal seperti biasa dan tidak heboh meski status Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar sebagai  terperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Orang nomor satu di Tangerang ini diperiksa  sebagai saksi kasus suap terhadap M.Sanusi atas kasus reklamasi teluk Jakarta.

Salah seorang nelayan di Dadap, Maryono, (51 tahun) mengaku tidak mau berkomentar seputar kasus hukum maupun politik.

Nelayan sepuh ini, malah mengajak www.beritamoneter.com, untuk mengetahui langsung aktifitas reklamasi yang terjadi di pantai Dadap, hingga menggerus ekonomi nelayan setempat.

Pantai Dadap yang tengah proses pengurukan itu, tidaklah jauh dari tempat tinggal Maryono. Untuk melihat langsung proses itu, sebenarnya bisa ditempuh lewat jalur darat. “Pasti enggak bakal dibolehin untuk liat proyeknya, keamanannya banyak. Mending naik kapal saja, kita lihat dari laut,” ujar Maryono di Kampung Baru Dadap, Kabupaten Tangerang, Minggu (24/4).

Sambil menuju ke tempat perahu motornya bersandar, Maryono menceritakan segudang kesulitan yang dihadapi warga Kampung nelayan Dadap , sejak pengerjaan reklamasi Pantai Dadap dimulai sekitar tiga tahun lalu.

Photo Raja Tama
Photo Raja Tama

Diatas kapal yang bau solar, Maryono, menjelaskan soal reklamasi Pantai Dadap sepanjang 3 kilo meter hingga sungai Tahang yang masih wilayah Kecamatan Kosambi.   “Itu ada eksavator, truk itu juga hilir mudik angkut pasir untuk pengurukan pantai,” lanjut Maryono.

Diperkirakan jarak pantai yang diuruk dari Dadap sampai Sungai Tahang mencapai 3 kilometer dengan lebar 500 meter.  “Dulu batas pantai pas gudang pabrik lebih sedikit, nah ini sudah nambah hampir ke tengah laut, kira-kira 500 meteran dari batas pantai sebelumnya,” jelasnya.

 

Menuju pulau reklamasi di Pantai Dadap, melalui jalur laut hanya butuh waktu sekira lima sampai 10 menit. Dari situ juga terlihat reklamasi pulau A, yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, sudah tidak lagi menunjukkan aktifitasnya.

Antara pulau A di sisi timur, dengan reklamasi di pantai Dadap pada sisi Barat, memang saling berhadapan, maka mungkin, jika pulau reklamasi itu terbentuk, nantinya akan dibangun jembatan, sebagaimana komentar Bupati Tangerang.

Berbeda dengan reklamasi di Jakarta yang terlihat sudah tidak beraktifitas, Reklamasi di Pantai Dadap malah terus beroperasi, meski diputuskan untuk dimortaorium oleh Pemerintah Pusat.

Terlihat aktifitas eksavator dan truk-truk besar masih berlangsung disitu. Balon besar bewarna merah bertuliskan PIK 2, sebagai penanda proses reklamasi di Pantai Dadap. “Memang masih jalan terus, kadang-kadang juga sampai malam,” cetus Maryono.  (Raja Tama)