Mengarah Monopoli, Peralihan Mitra Uber Ke Grab Diawasi KPPU

31

JAKARTA-Bisnis Grab yang makin menggurita perlu mendapat pengawasan. Apalagi setelah perusahaan teknologi yang berbasis di Singapura itu mengakuisisi Uber guna menjaga persaingan bisnis jasa pemesanan transportasi daring tetap sehat. “Kami berharap tetap ada kompetisi, maka KPPU akan melakukan monitoring terhadap perilaku monopolinya,” kata Komisioner KPPU Saidah Sakwan dalam siaran pers lembaga, Senin, (9/4/2018).

Regulator, menurut dia, akan turun tangan kalau mendapati salah satu pemain dalam bisnis itu melakukan tindakan seperti memainkan harga. “Praktik ini yang nanti akan kami monitor dari sisi perilaku. Apakah nanti Grab berperilaku monopoli atau tidak. Karena dalam Undang Undang Persaingan Usaha tidak boleh berperilaku monopolitisik,” katanya.

KPPU juga akan mencermati proses peralihan mitra Uber ke Grab yang tidak berjalan lancar. “Kemarin ada problem saat peralihan mitra Uber ke Grab, itu memang persoalan tersendiri. Namun KPPU juga mendapat mandat untuk mengawasi program kemitraan dengan para driver tersebut. Apakah kemitraan itu adil dan sehat atau tidak, eksploitatif atau tidak. Itu jadi concern kami,” katanya.

Akuisisi Uber oleh Grab di kawasan Asian Tenggara menjadi sorotan komisi persaingan usaha di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena membuat Grab hampir tanpa pesaing di Asia Tenggara, kecuali di Indonesia yang memiliki perusahaan aplikator lokal Go-Jek.

Selain KPPU, komisi persaingan usaha di Filipina, Malaysia, dan Singapura juga menyelidiki akuisisi saham Uber di Asia Tenggara oleh Grab menurut siaran kantor berita Reuters.

Komisi persaingan usaha Singapura secara tegas meminta kepada Grab agar tidak menaikkan harga dan mempertahankan tarif yang berlaku saat ini.

Sebelumnya, Grab Indonesia menyatakan setelah mengakusisi layanan Uber di Asia Tenggara, maka tahun ini mereka akan fokus mengembangkan layanan dalam aplikasi dan sistem pembayaran. “Akuisisi Uber adalah salah satu langkah, menjadi tonggak inovasi layanan,” kata Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, saat jumpa pers paparan rencana Grab setelah mengakuisisi Uber, Jumat (06/4).

Dia mencontohkan salah satu layanan dalam aplikasi, yaitu pemesanan makanan melalui GrabFood pada awalnya hanya tersedia di enam kota. Grab cukup agresif dalam mengembangkan layanan tersebut, saat ini GrabFood sudah mencakup 28 kota di Indonesia. “GrabFood akan menambah kesempatan mitra untuk memperoleh pendapatan tambahan,” kata Ridzki.

Layanan lain yang akan dikembangkan adalah GrabExpress, layanan kurir yang akan mencakup 120 kota.

Dari segi pembayaran, perusahaan tersebut berencana untuk mengembangkan GrabPay, serta memperkenalkan GrabFinancial yang mencakup pembayaran mobile, asuransi dan layanan mikro-finansial, demikian Ridzki Kramadibrata. ***