Mengenal Lebih Dekat Sosok Masyita Crystallin, Ekonom Bank DBS Indonesia

450
Masyita Crystallin, Ekonom Bank DBS Indonesia

Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di atas 5% dinilai cukup baik di tengah dinamika perekonomian dunia. Hal tersebut juga didukung dengan pernyataan Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Asian Insights Conference 2019 yang diselenggarakan oleh Bank DBS Indonesia pada bulan Januari lalu bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup kuat karena didukung oleh konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah.

Namun 100 ekonom perempuan Indonesia menilai bahwa Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Salah satu dari 100 ekonom perempuan Indonesia tersebut adalah Masyita Crystallin, ekonom Bank DBS untuk Indonesia dan Filipina.

Menurut Masyita, faktor lain yang penting dalam menunjukkan kualitas pertumbuhan ekonomi adalah stabilitas harga kebutuhan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir ini.

Masyita menilai konsumsi saat ini masih cukup tinggi, bahkan bisa lebih tinggi dari 5,05%, karena pada semester I/2019 konsumsi rumah tangga akan terpengaruh oleh penyelenggaraan pemilu.

Masyita juga menambahkan bahwa inflasi hanya berkisar 3-3,5%, bahkan pada Maret 2019 hanya 2,47%. Sebenarnya siapakah sosok Masyita Crystallin? Yuk, cari tahu lebih lanjut.

Setelah memperoleh gelar sarjana dan keluar sebagai lulusan terbaik Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia (UI), Masyita melanjutkan studi di Australian National University dan Claremont Graduate University untuk mendapatkan gelar master dan selanjutnya doktor di bidang ekonomi dengan topik utama penelitian di bidang “capital flows”.

Salah satu penelitian Masyita mengenai dampak katalis program IMF terhadap negara miskin dipublikasikan sebagai IMF Working Papers.

Sebelum terjun sebagai ekonom di sektor keuangan, Masyita mengawali karir sebagai dosen di FEB UI. Kemudian Masyita bekerja sebagai makro-ekonom di Bank Dunia, dan menjadi bagian dari tim inti asistensi untuk Badan Kebijakan Fiskal dan tim inti pembuatan Indonesia Economic Quarterly, publikasi utama Bank Dunia di Indonesia.

Selain itu, Masyita juga pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Koordinator bidang Kemaritiman semasa kabinet Jokowi dan tim ahli untuk Tim Nasional Percepatan Ekspor dan Investasi (Timnas PEPI) di bawah koordinasi Menteri Perdagangan semasa kabinet SBY. Wah, keren sekali ya.