Menggenjot Kopi Gunung Puntang Sedot Wisatawan Mancanegara

156

SOREANG-Industri Pariwisata Kabupaten Bandung memiliki potensi yang cukup layak untuk mendunia. Setidaknya tercatat dua lokasi wisata yang mampu menyedot wisatawan, baik mancanegara maupun lokal, yakni situs Radio Malabar dan Agrowisata Perkebunan Kopi Gunung Puntang. “Dua daerah ini memang diyakini bisa menyedot wisatawan. Karena itu, kita terus mencari cara efektif guna mempromosikan ini agar masuk menjadi destinasi internasional,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bandung, Agus Firman Zaini dalam acara “Ramah tamah Peserta Jelajah Kopi Bandung Selatan” di Hotel Suta Raja, Kabupaten Bandung, Sabtu 24 Maret 2018.

Diakui Agus, sebenarnya wisata Jelajah Kopi dan Radio Malabar digelar secara terpisah, namun kemudian kemudian disatukan alias digabung, sehingga saling melengkapi dan bersinergi. “Karena lokasinya hampir sama. Yakni di Gunung Puntang, jadi tidak ada salahnya digabung,” tambahnya.

Menyangkut soal Kopi Gunung Puntang sebenarnya jenis kopi ini cukup terkenal, kata Agus lagi, terutama di kalangan para penikmat kopi. Rasa kopinya sangat berbeda karena ditanam di dataran tinggi. “Apalagi Presiden Jokowi sangat menyukai Kopi Gunung Puntang. Hal ini terlihat saat Presiden mengunjungi Kedai Kopi “Sejiwa” di Bandung beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Malah Presiden Jokowi tak tanggung-tanggung ikut mempromosikan Kopi Gunung Putang ke luar negeri, lanjut Agus, lihat saja saat kunjungan ke New Zealand. “Presiden melakukan diplomasi lewat kopi, malah di sambut baik oleh Gubernur Jenderal Selandia Baru Dame Patsy Reddy di Government House, Wellington, Selandia Baru,” jelasnya.

Makanya, Agus optimis Kopi Gunung Puntang ini sebagai salah satu komoditi pertanian unggulan. Selain mampu menembus pasar ekspor, lokasi perkebunan kopi ini menjadi agrowisata yang sangat menarik. “Jadi wisatawan bisa langsung melihat bagaimana kopi ditanam hingga diolah menjadi bubuk,” paparnya.

Selain komoditi kopi, Agus juga mengingatkan situs sejarah Radio Malabar-milik Pemerintah Hindia Belanda juga menarik untuk dikunjungi. “Kita ingin mereka ulang keberadaan radio tersebut, makanya ada wacana untuk membangun kembali (merekontruksi) bangun pemancar radio bersejarah itu,” jelasnya.

Kehebatan dan kecanggihan Radio Malabar, sambungnya, justru bisa menarik wisatawan Belanda. Karena mampu membuka komunikasi antara Bandung (Indonesia) dan Den Haag (Nedherlan).
“Nah, inilah yang perlu kita promosikan ke Belanda agar wisatawan asal negeri kincir angin bisa ke sini. Dari Belanda, kita yakin bisa menyebar ke seluruh Eropa,” tuturnya.

Dikatakannya, Menkominfo Rudiantara juga memberi respon yang cukup positif dan siap membantu promosi pengembangan wisata Gunung Puntang.

Sementara itu Kepala Bidang Destinasi Wisata Kabupaten Bandung Rully Jaya Permana mengatakan target kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung cukup sekitar 2,5 juta pertahun. Jumlah itu campuran dari berbagai wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. “Makanya saat week end dan liburan panjang, jumlah turis terus melonjak,” ungkapnya.

Diakui Rully, promosi ke luar negeri memang perlu digenjot habis-habisan agar wisatawan mancanegara mau ke Gunung Puntang. “Termasuk para pelaku bisnis kopi, agar bisa melihat sendiri keuggulan tanaman kopi Gunung Puntang,” pungkasnya. ***