Menjadikan Danau Toba Setara Bali

22

Oleh: Emrus Sihombing

Siapapun yang saya temuai, baik dari wisatawan mancanegara maupun domestik yang sudah berkunjung, semua berpendapat bahwa Danau Toba memiliki alam sangat-sangat menakjubkan dan luar biasa indahnya. Ini karunia luar biasa dari Tuhan bagi Indonesia, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Danau Toba.

Untuk itu, Danau Toba harus kita rawat dan kelola dengan sangat serius, tentu tetap berbasis pada kearifan lokal agar mimpi kita menjadikan wilayah ini sebagai kawasan destinasi wisata bertaraf internasional segera terealisasi. Jika mimpi ini dapat terwujud, konsekuensi logisnya dipastikan mampu mendorong kemajuan SDM dan peningkatan pendapatan masyarakat di kawasan ini dipastikan meningkat sangat pesat.

Karena itu, sangat tepat pemerintahan Jokowi periode pertama menetapkan Danau Toba salah satu dari lima prioritas “Bali baru”. Salah satu bukti keseriusan pemerintah pusat membangun destinasi wisata tersebut, pekan yang lalu Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas pengembangan lima destinasi pariwisata prioritas (15/7/2019). Danau Toba salah satu di dalamnya yang dibahas.

Hanya saja, kapan Danau Toba setara dengan “saudara kandungnya”, Bali, sebagai destinasi wisata berkelas dunia? Jawaban biasanya normatif, lebih cepat lebih baik. Lalu, kapan? Pembangunan Danau Toba sebagai destinasi berkelas dunia seperti Bali, pasti bisa dipercepat dengan program akselarasi di semua bidang, baik pembangunan infrastruktur, seni budaya, dan sosial.

Sebulan yang lalu, tepatnya 16 hingga 19 Juni 2019 saya menyediakan waktu khusus menelusuri Danau Toba dari lingkar luar dan lingkar dalam. Memang sudah ada kemajuan. Namun masih jauh tertinggal dengan Bali dari berbagai aspek. Indikator yang dimiliki Danau Toba sebagai destinasi wisata, menurut saya,masih sangat jauh bila dibandingkah dengan Bali. Ketertinggalan ini harus dikejar dengan program akselaratif diberbagai komponen pariwisata, yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas.

Dari kunjungan saya ke kawasan Danau Toba tersebut, berbagai persoalan saya temukan. Sebagai contoh, saya kemukakan empat hal. Pertama, infrastruktur jalan raya sudah dibangun. Tapi, di sana sini masih ditemukan berbagai persoalan, seperti ada di beberapa titik jalan yang tampaknya masih baru dibangun karena warna aspalnya masih hitam pekat, sudah longsor.