Menko Luhut Ajak Warga Labuan Bajo Berperang Melawan Sampah

97
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bersama Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch Dula di Labuan Bajo, Rabu (21/3)

LABUAN BAJO-Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat Labuan Bajo untuk berperang melawan sampah. Sebab, tumpukan sampah ini menjadi sumber bencana yang mengancam umat manusia secara perlahan-lahan, terutama plastik laut.

“Sampah adalah ‘musuh’  paling berbahaya yang sudah menjadi sorotan dunia internasioanal. Karena itu tidak ada cara lain selain berperang melawan sampah. Pastikan laut kita bebas dari sampah,” ujar  Menko Luhut Pandjaitan kepada warga Pulau Mesa Desa Pasir Putih Kecamatan Komodo, di Pulau Mesa, Rabu (21/03).

Menurutnya, persoalan sampah telah menjadi musuh bersama semua Negara kerana sangat berbahaya. Terlebih, produksi sampah plastik yang sudah mulai banyak mencemari laut.

“Sampah-sampah plastik itu kemudian dimakan oleh ikan dan ikan yang memakan sampah plastic tersebut dengan sendirinya tercemar dan mengadung racun,” tuturnya.

Dijelaskannya, apabila ikan yang sudah mengandung racun itu dikonsumsi oleh seorang Ibu yang sedang mengandung/hamil, maka anak yang akan dilahirkan akan menjadi kerdil.

Dia mengaku, permasalahan sampah yang ada di laut dari hari ke hari semakin tak terbendung. Volume sampah yang ada di laut, seiring berjalannya waktu, juga terus meningkat dengan cepat. Kondisi itu, menjadikan laut Indonesia sebagai kawasan perairan yang rawan dan menghadapi persoalan sangat serius.

“Jika sampah plastik di laut tidak dicegah produksinya maka itu akan mengancam keberadaan biota laut yang jumlahnya sangat banyak dan beragam. Tak hanya itu, sampah plastik bersama mikro plastik yang ada di laut juga bisa mengancam kawasan pesisir yang memang sangat rentan,” imbuhnya.

Diakuinya,  berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk bisa mengurangi dan menurunkan produksi sampah plastik di laut. Salah satu langkahnya, penanganan yang terintegrasi, baik dari tataran kebijakan hingga pengawasan implementasi kebijakan penanganan sampah plastik, khususnya sampah plastik laut.

“Saya tentu sangat berkepentingan menyampaikan hal ini untuk menjadi perhatian kita bersama, tidak saja Pemerintah tetapi juga masyarakat. Saya sudah melihat bahwa sampah di Labuan Bajo, baik di darat maupun di laut, saat ini masih menjadi masalah. Sampah-sampah tersebut sangat berdampak pada pengembangan industri pariwisata di Labuan Bajo dimana Pulau Komodo saat ini sebagai ikon pariwisata dunia,” pungkasnya.