Menko Rizal Minta Verifikasi Ulang Terminal 3 Ultimate

Menko Rizal Minta Verifikasi Ulang Terminal 3 Ultimate

0
BERBAGI
Menko Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli saat meninjau boarding lounge terminal 3 Ultimate, Soekarno Hatta Jumat (24/6)/photo Raja Tama

TANGERANG-Menko Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, meminta Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melakukan verifikasi ulang Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta (BSH). Langkah tersebut dibutuhkan guna memastikan rencana operasionalisasi terminal 3 Ultimate untuk mudik Lebaran 1437H. “Saya minta Menhub bisa melakukan verifikasi ulang, terkait rencana operasionalisasi terminal 3 Ultimate,” ujarnya di boarding lounge terminal 3 Ultimate, Soekarno Hatta Jumat (24/6).

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi berharap agar Terminal 3 Ultimate dapat digunakan pada saat lebaran nanti.  “Presiden kan maunya ini bisa digunakan untuk mudik Lebaran. Memang ada beberapa yang harus diperbaiki, makanya rencana sementarakan baru 5 rute tujuan penerbangan ke Solo, Semarang, Jogja dan kota diluar Jawa,” cetusnya.

Menko Rizal yang hadir sekitar pukul 13.20 WIB tersebut, mengitari terminal 3 Ultimate BSH.  Menurutnya, terminal 3 Ultimate tidak kalah canggihnya dengan terminal Changi 3. “Saya kalau lihat ini (terminal 3 Ultimate) semangat, dan bangga jadi orang Indonesia. ini kalau sudah jadi bisa diadu dengan Changi 3,” katanya.

Dia membandingkan, terminal 3 Ultimate yang dibangun sepanjang 1,4 kilometer tersebut, berbeda dengan terminal-terminal lain yang ada diseluruh Dunia. “Dibanyak negara, airport berkembang secara organik, jika sudah penuh. Dia bangun ke atas, ke bawah, kesamping kanan-kiri, membuat ruwet dan penumpang jadi tidak nyaman, tapi terminal 3 Ultimate ini sudah sangat bagus sekali direncanakan dan dibangun,” tandasnya.

Untuk itu dia berharap, Menteri Perhubungan segera melakukan verifikasi ulang, agar terminal 3 Ultimate bisa digunakan segera.  “Saya minta diverifikasi ulang supaya saudara-saudara Kita bisa menggunakan terminal baru yang canggih ini. Sistem backup listrik juga sudah ready dalam 6 detik,padahal standar internasional itu 15 detik,” ungkapnya.   (Raja Tama)