Menteri PUPR Pacu Serapan Anggaran Hingga 50%

24

JAKARTA-Pemerintah serius menggenjot penyerapan anggaran, termasuk Kementerian PUPR hingga mencapai 50 persen pada Agustus 2016. Saat ini, serapan anggaran Kementerian PUPR sudah sebesar 34,5%, dan penyerapan fisik sebesar 44,4%.

Namun terus berupaya memacu lagi hingga sekurang-kurangnya 50% pada bulan Agustus 2016. “Saya optimistis dengan komitmen dan profesionalisme kerja yang tinggi, kita mampu meraih capaian akhir yang lebih baik dari tahun 2015 yang lalu,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (18/8).

Basuki menambahkan wujud dari penyerapan anggaran tersebut dapat dilihat dari percepatan pembangunan infrastruktur telah mulai menampakkan hasilnya.
“Pada 2015, kita telah memulai pembangunan 13 bendungan baru dan telah meresmikan 5 Bendungan, yakni Jatigede, Nipah, Bajul Mati, Titab dan Rajui. Tahun ini kita telah memulai pembangunan 8 bendungan baru, antara lain Bendungan Rotiklod di perbatasan negara NTT, serta berharap 2 bendungan lagi dapat diresmikan, yakni Bendungan Paya Seunara dan Marangkayu,” tuturnya.

Lebih jauh kata Basuki, pada 2016, PUPR telah meresmikan Jalan Tol Ruas Pejagan–Brebes Timur, Ruas Surabaya – Mojokerto Seksi 4, dan Ruas Gempol–Pandaan, serta telah memulai peletakan batu pertama pelaksanaan pembangunan jalan tol baru, antara lain Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Pemalang – Batang dan Tol Batang – Semarang.
“Kita mengharapkan pada akhir Tahun 2016 nanti, 136 km jalan tol baru dapat beroperasi, sehingga total panjang jalan tol keseluruhan yang telah beroperasi menjadi 1.252 km,” ujarnya.

Sementara itu, untuk jalan non-tol, Basuki menyatakan telah memulai membangun Jalan Habema – Kenyam – Mumugu sebagai alternatif jalan akses dari selatan Papua menuju Wamena, serta jalan sejajar perbatasan dari Temajuk menuju Sebatik maupun jalan-jalan akses menuju pos lintas batas lain Entikong, Aruk, Nanga Badau, serta jalan akses menuju kawasan terisolasi Long Bawang/Krayan.

Asian Games
Pada saat ini, Kementerian PUPR tengah melaksanakan tugas khusus membangun berbagai prasarana dan sarana pendukung Asian Games XVIII 2018 mendatang, antara lain Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 10 Menara Rusun, renovasi 14 venues Asian Games pada Kompleks Gelora Bung Karno, dan beberapa fasilitas berstandar internasional di Kompleks Jakabaring, Palembang. “Pelaksanaan fisik persiapan Asian Games ini perlu terus dipacu dengan memanfaatkan teknologi terkini,” kata Basuki.

Selain itu, Menteri PUPR menyebut tiga tantangan utama yang mesti dihadapi Kementerian PUPR. “Tantangan pertama berkaitan dengan upaya menyeimbangkan pembangunan antar-wilayah,” ujarnya.

Tantangan kedua terkait urbanisasi dan perkotaan. Tantangan terakhir berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya yang perlu lebih dioptimalkan dalam mendukung kedaulatan pangan, ketahanan air dan kedaulatan energi.***