Menteri Susi: Mau Lengserkan Saya, Monggo Minta ke Presiden

Menteri Susi: Mau Lengserkan Saya, Monggo Minta ke Presiden

66
0
BERBAGI
Menteri Kalautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti

JAKARTA-Gelombang perlawanan terhadap kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkat. Rencananya, aksi penolakan besar-besaran akan dilakukan perwakilan nelayan dari seluruh Indonesia pada hari ini, Rabu (6/4).  Mereka menuntut Susi Pudjiastuti mundur dari jabatannya jika tidak merevisi peraturan menteri yang merugikan nelayan.

Namun Menteri Susi meminta para pendemo tak perlu membuang banyak energi dengan melakukan aksi unjuk rasa demi melengserkan posisinya sekarang ini. “Orang mau menurunkan saya,  monggo saja. Sebetulnya tidak usah demo tinggal minta sama Presiden, selesai, ngapain demo-demo buang-buang energi,” kata Menteri Susi di Kantornya, Jakarta, Selasa (5/4).

Seperti diketahui, desakan terhadap menteri ‘nyentrik’ ini berawal dari terbitnya Permen KP Nomor 01 /2014 Tentang penangkapan Lobster dan  Permen KP Nomor 56 dan 57 Tahun 2014 tentang Kapal dan Buruh Nelayan. Dua Permen ini dinilai memberatkan nelayan.

Menteri Susi mengatakan selama ini kebijakannya bersifat dekonstruksi atau langkah membangun ulang peraturan maupun pengawasan perikanan di Indonesia.

Menurutnya, adanya protes maupun kontradiksi dari setiap keputusan merupakan hal lumrah.

Apalagi, mantan bos Susi Air itu mengaku sudah memberikan dispensasi waktu pada pelarangan penangkapan ikan melalui jaring jenis cantrang, trawl serta pukat harimau. Pihaknya mendorong para pendemo buat merubah aturan tersebut kepada Presiden Joko Widodo. “Kalau mau tawar ya ke Pak Presiden lagi karena saya enggak bisa mendahului, itu kan kebijakan, trawl, cantrang itu kan tidak boleh, kita udah kasih keringanan sampai akhir 2016 lalu sekarang mau demo lagi saya tidak mengerti alasannya apa lagi,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli memastikan dukungannya terhadap Susi Pudjiastuti dalam membenahi sektor perikanan di Indonesia. “Jadi kalau masih ada yang mau menggusur Bu Susi saya katakan hati-hati. Kita dalam arah yang benar,” kata Rizal di kantor KKP, Jakarta, Selasa (5/4).

“Memang tentu ada yang kena. Tapi kalau yang kena itu yang brengsek, saya sih enggak peduli. Kita mementingkan kepentingan rakyat kita yang lebih besar,” ujarnya.

Rizal menyadari banyak pihak yang tidak suka dengan kebijakan menteri asal Pangandaran itu.

Dia menengarai, pihak-pihak yang tidak suka akan kebijakan Susi utamanya adalah mereka yang selama ini membekingi kapal-kapal pencuri ikan secara ilegal, dan menjadi mafia perikanan. “Mereka lobi macam-macam kalau bisa Bu Susi digusurlah dari Kabinet ini. Tapi kalau digusur, malah rugi,” urainya.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan orang yang berani melawan illegal fishing dan mafia ini. Dan keberanian ini ada pada Menteri Susi.”Kalau ada masalah di masa penyesuaian, itu biasa. Tiap perubahan pasti ada masalah baru yang tercipta, perlu penyesuaian. Tapi itu tidak ada masalah,” ucapnya.