Meski Sering Mogok, Presiden Tak Mau Ganti Mobil Dinas Baru

Meski Sering Mogok, Presiden Tak Mau Ganti Mobil Dinas Baru

0
BERBAGI
Mobil Dinas Presiden Jokowi

JAKARTA-Meski sudah beberapa kali mogok saat, Presiden Joko Widodo masih merasa nyaman menggunakan kendaraan dinasnya mobil Mercedes Benz S-600 Pullman Guard. Karena itu, Presiden tetap bertahan untuk menggunakan mobil dinas tersebut sembari melakukan perbaikan. “Jadi kebetulan selama saya mendampingi Presiden, itu sudah tiga kali mogok, tapi total mogoknya empat kali. Kemarin terakhir di Kalbar, di Mempawah, dan itu sebelum masuk ke kota Pontianak. Memang kondisi mobilnya sudah 10 tahun lebih tetapi Presiden masih merasa mobil itu masih bisa digunakan,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3).

Pramono mengaku sudah memberi saran kepada Presiden untuk mengganti kendaraan dinasnya mengingat usia mobil sudah 10 tahun lebih.

Namun, Presiden tetap bertahan untuk menggunakan mobil itu sambil melakukan perbaikan.

Bahkan Presiden juga menanyakan kepada Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) apakah ada mobil lain, yang dulu-dulu yang sudah bisa kita re-built, untuk diperbaiki agar bisa digunakan oleh Presiden. “ Ini menunjukkan memang Presiden kita itu penuh dengan kesederhanaan,” terang Pramono seraya mengisahkan, saat berkunjung ke Jawa Timur beberapa waku lalu, begitu kendaraan itu mogok (Presiden) pindah ke mobil cadangan, yang sesungguhnya  juga tidak layak untuk menjadi mobil Presiden.

“Demikian juga kemarin, pada saat di Kalbar, mobil cadangannya juga sangat sederhana. Kebetulan setelah berhenti, saya  naik menjadi di depan duduk presiden. Memang itulah Presiden kita. Beliau masih belum mau, ya kita ikuti beliau, kan begitu,” ungkapnya.

Mengenai jumlah riil mobil yang disediakan untuk Presiden, Pramono mengaku tidak tahu. Demikian juga saat ditanya mengenai masih adanya mobil yang masih dipakai Presiden sebelumnya. “Saya enggak tahu, saya enggak tahu. Kalau bilang tahu, nanti sok tahu,” tegasnya.

Dijelaskan Seskab, selalu ketika Setneg ataupun Setpres mengajukan untuk penggantian mobil, Presiden Jokowi menganggap bahwa mobil itu masih pantas dan layak digunakan. “Kebetulan saya satu mobil sama beliau. Jadi waktu ke airport kan saya satu mobil dengan beliau, dan beliau merasa bahwa mobil itu lebih baik diperbaiki,” tegasnya.

Mengenai masalah keamanan Presiden terkait seringnya mobil yang digunakan mogok, Seskab menjelaskan, selalu Presiden ada pengawalan yang istilahnya yang melekat pada beliau. Baik itu pengawalan motor maupun pengawalan Paspampres. Sehingga kalau ada apa-apa ya Paspampres masih mampu untuk mengatasi itu, termasuk untuk keamanan. “Karena mogok itu kan tidak direncanakn. Mogoknya dimana kan kita juga enggak tahu, kecuali kalau mogoknya direncanakan,” pungkas Seskab