Minat Investor Bagi Investasi Berdampak Mencapai $26 Triliun

9

WASHINGTON-International Finance Corporation (IFC) yang merupakan bagian dari Grup Bank Dunia merilis laporan tentang minat investor terhadap “Impact Investing” atau investasi yang memberikan dampak social positif disamping keuntungan finansial yang kuat (“Investasi Berdampak”). Hasilnya, minat investor bagi investasi berdampak mencapai $26 triliun.

Hingga saat ini, laporan yang berjudul “Creating Impact: The Promise of Impact Investing”ini merupakan kajian yang paling mandalam mengenai potensi pasar global dari Investasi Berdampak.

Terdapat potensi dana hingga $268 triliun dari berbagai asset keuangan institusi dan rumah tangga dari seluruh dunia yang dapat disalurkan untuk investasi ini.

Laporan menyatakan jika 10% dari potensi dana ini disalurkan untuk investasi yang berfokus pada perbaikan kondisi sosial dan lingkungan maka akan tersedia pendanaan untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan (“Sustainable Development Goals”) yang pada saat yang bersamaan juga memfasilitasi kondisi rendah karbon di masa depan.

Tumbuhnya permintaan Investasi Berdampak sebagian merupakan refleksi dari perubahan kondisi demografi.

Menurut Accenture, di Amerika bagian utara saja terdapat paling tidak $30 triliun kekayaan yang akan di transfer dalam beberapa decade mendatang dari generasi “Baby Boomers” kegenerasi X dan millennial.

Investor generasi muda semakin cenderung memilih strategi investasi berlatar sosial dan lingkungan, dan mau berinvestasi dalam nilai yang besar.

“Semakin banyak investor, termasuk generasi muda yang menginginkan agar investasi mereka disalurkan kedalam pendanaan yang memiliki dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar CEO IFC, Philippe Le Houérou.

“Kami memiliki peluang historis untuk menumbuhkan pasar ini dan ini merupakan berita baik bagi planet dan berbagai komunitas di seluruh dunia,” imbuhnya.

Di pasar saham dan obligasi, laporan memperkirakan bahwa minat investor dapat mencapai $21 triliun.

Selain itu, terdapat tambahan $5 triliun yang dapat berasal dari perusahaan investasi (Private Equity), hutang non pemerintah dan modal ventura.