Moda Transportasi Kapal Pendukung Konektivitas Antar Pulau

130

JAKARTA-Provinsi Maluku Utara merupakan daerah kepulauan. Sarana transportasi yang digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang di daerah kepulauan ini, berupa kapal, baik yang sudah modern maupun yang masih tradisional.

Terkait transportasi yang menghubungkan antar pulau tersebut, Kementerian Perhubungan menyediakan 4 unit kapal perintis, masing-masing; KM.Kie Raha III, KM.Kie Raha II, KM.Sabuk Nusantara 40 dan KM. Kieha I berbobot 750 dan 1200 Dead Weight Tonnage (DWT). Kapal-kapal perintis itu titik pusatnya ada di Ternate.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan KSOP Ternate, Arifai mengatakan 2 unit kapal perintis pulang-pergi menempuh rute Ternate-Soasio-Dawaro-Gamegalan-Sikeli-Sum-Tobalai-Wayaloa-Gamunu-Manu-Mayao (PP). “Semuanya ada empat kapal perintis, yang stand by untuk penyeberangan antar pulau sesuai jadwal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Soasio-Tidore, Umar Ismail mengatakan, satu unit kapal perintis pulang pergi menempuh rute segi tiga: Ternate-Soasio-Sofifi yang mengangkut manusia dan sembako, sementara baliknya hanya mengangkut manusia saja. “Kapal perintis dari Ternate ini setiap harinya mengangkut penumpang dan sembako, kembalinya dari Sofifi hanya mengangkut penumpang saja,” terangnya.

Umar menambahkan rute Ternate-Soasio setiap hari, sedangkan rute Soasio-Sofifi tiga kali seminggu (Selasa, Kamis, dan Sabtu). Di rute segi tiga ini, kapal perintis selain mengangkut penumpang, juga mengangkut rempah-rempah berupa; kopra, cengkeh, dan pala dari Tidore ke Ternate untuk dikirim ke Surabaya. “Data Desember 2015 menunjukkan, lalu lintas penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan kapal perintis di pelabuhan Soasio ini berkisar antara 500-700 orang perhari,” jelasnya.

Berbeda dengan pelabuhan Soasio, lalu lintas manusia di pelabuhan Rum berkisar hingga 2000 manusia perhari, volume itu meningkat ketika hari-hari libur. Perbedaan volume kepadatan penumpang, karena Rum selain didukung dengan adanya armada penyeberangan tradisional (kapal-kapal rakyat) juga jarak antara Rum dengan Ternate lebih dekat ketimbang Soasio-Ternate. Sementara untuk rute Ternate-Rum ini hanya dilayani satu kapal perintis.

Sebagai daerah kepulauan, Maluku Utara sangat membutuhkan moda transportasi laut guna bergeraknya ekonomi rakyat yang mendiami pulau-pulau. Namun kondisi sarana dan prasarana transportasi laut nampak belum memadai menjadi penghubung. Karena itu untuk memperkuat daerah dan desa di Maluku Utara, Presiden Jokowi saat kunjungan kerja di wilayah kepulauan ini berjanji akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 3 triliun untuk pembangunan infrastruktur disana.

Sesuai dengan pengamatan Tim Nawa Cita dalam kunjungan kerjanya di propinsi ini menilai anggaran itu dapat dipergunakan secara maksimal untuk rehabilitasi/membangun dermaga baru perintis, penambahan armada kapal perintis, serta pembangunan dermaga Tol Laut (Tobelo, Babang, dan Ternate) guna terwujudnya konektivitas pulau-pulau dalam upaya menggerakkan ekonomi rakyat di Propinsi Maluku Utara. **Penulis: Burhanuddin Saputu (Relawan Jokowi-JK)