MPR : Tak Ada Kepentingan Dalam Sosialisasi 4 Pilar

MPR : Tak Ada Kepentingan Dalam Sosialisasi 4 Pilar

0
BERBAGI

SOLOK-Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta
memastikan kegiatan sosialisasi 4 Pilar di Nagari Sulit Air, bukan untuk kepentingan politik tertentu. Namun untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Jangan acara besar ini untuk kepentingan politik lagi. Kita  wajib menjaga nasionalisme sebab kita diajarkan bagaimana mencintai dan memahami Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya dalam sosialisasi Empat pilar MPR RI  di hadapan 6500 orang yang berkumpul di lapangan Nagari Sulit Air, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, akhir pekan kemarin,Sabtu (30/4/2016).

Selain itu, kata OSO sapaan akrabnya, meminta masyarakat untuk kembali membangkitkan rasa nasionalisme.  “Di sini timbul rasa percaya diri untuk membangkitkan jiwa kebangsaan,” tegasnya.

Menurutnya  masyarakat Sulit Air pada hari ini harus bangkit karena telah melakukan perjuangan sejak 195 tahun yang lalu. Masyarakat Sulit Air terbukti ikut dalam Perang Paderi mengusir penjajahan.

Sementara itu anggota MPR dari Fraksi Partai Nasdem Prof Bahtiar Aly mengakui banyak bangsa di dunia yang belum memiliki bahasa pemersatu.    “Beruntung Indonesia yang berbagai suku, bahasa dan ribuan pulau ini, memiliki bahasa pemersatu, bahasa melayu (Indonesia),” kata Bahtiar seraya mencontohkan seperti negara India, Quebec dan sebagai belum memiliki bahasa pemersatu.  ” bangsa ini juga mempunyai UUD NRI Tahun 1945 yang telah mengalami empat tahapan amandemen,” kuncinya.

Bahkan tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantoro sepakat dengan usulan para pelajar yang tergabung dalam kongres pemuda menggunakan bahasa melayu sebagai persatuan. “Karena bahasa melayu sudah dipakai sebagai bahasa pergaulan atau lingua franca di kalangan masyarakat asia saat itu,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Bachtiar, Ki Hajar Dewantoro mengakui kalau pemuda dari berbagai kalangan di nusantara harus belajar Bahasa Jawa tentu akan kesulitan. “Bahasa Jawa sulit, karena bertingkat-tingkat,” imbuhnya. ***aec