Mudik Lebaran, DPR Minta Fasilitas Tol Harus Nyaman dan Aman

13

JAKARTA-Dalam rangka menyambut datangnya hari kemenangan (Idul Fitri) setelah sebulan lamanya menjalankan ibadah suci Ramadhan, umat Islam di Indonesia biasanya sangat antusias merayakan hari kemenangan tersebut di kampung halamannya.

Antusiasme umat Islam tersebut dikenal dengan istilah mudik yaitu suatu tradisi pulang kampung yang dilakukan umat Islam untuk bertemu sanak saudaranya di kampung halaman untuk sama-sama merayakan hari raya Idul Fitri.

Sejumlah alat transportasi mulai dari transportasi darat (mobil, motor, kereta), laut, udara disiapkan pemerintah maupun swasta dalam rangka mendukung arus mudik lebaran.

Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti mengatakan, sudah seharusnya pemerintah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan melakukan mudik lebaran nanti.

“Tugas pemerintah bukan hanya memastikan ketersediaan moda transportasi bagi masyarakat umum khususnya. Tapi Pemerintah juga harus memastikan bahwa transportasi untuk umum tersebut benar-benar aman dan nyaman digunakan masyarakat,” kata Politisi Gerindra itu kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/05/2019).

Selain itu, Novita juga menyoroti kesiapan infrastruktur sebagai sarana penunjang kelancaran arus mudik.

Menurutnya, masih banyak sarana infrastruktur yang akan dilewati para pemudik belum benar-benar rapi. 

“Masih ada beberapa titik disejumlah tol misalnya yang masih terlihat semerawut. Proyek jalan layang di tol Jakarta-Cikampek misalnya itu masih menjadi problem. Itu bisa jadi biang kemacetan nanti. Pemerintah harus segera cari solusi karena lebaran sudah dalam hitungan hari,” tegas Srikandi Gerindra itu.

Lebih lanjut, Novita juga meminta agar pemerintah juga menekan biaya transportasi umum yang dianggap masyarakat masih terlalu mahal. 

“Misal soal tiket pesawat, pemerintah harusnya dengarkan keluhan masyarakat yang keberatan soal tarif pesawat saat ini. Selain itu, pemerintah juga harus atur harga tiket yang diterapkan sejumlah moda transportasi lainnya baik itu darat, laut, udara yang dimiliki swasta. Jangan sampai mereka menaikan harga tiket seenaknya yang justru ujungnya memberatkan masyarakat nantinya,” tandas Novita.

Selain itu, Novita juga meminta pemerintah agar menyediakan berbagai macam fasilitas disejumlah jalur-jalur mudik. 

“Pemerintah harus sediakan fasilitas kesehatan dengan tenaga medisnya tentunya, fasilitas bermain anak, fasilitas bagi teman-teman disabilitas, fasilitas beribadah. Hal ini perlu disiapkan dengan matang karena pemerintah sudah ada anggarannya untuk mudik itu. Jadi sekali lagi kesiapan infrastruktur, fasilitas-fasilitas mudik lainnya harus benar-benar dipastikan siap jangan sampai kedodoran nantinya dan jangan sampai tragedi kemacetan yang sudah-sudah terulang kembali,” tandasnya.

Novita juga menyarankan, pemerintah mesti memperbanyak tempat-tempat peristirahatan bagi para pemudik. “Rest area kalau perlu ditambah, Posko kesehatan, No telepon untuk pertolongan harus diperbanyak di jalan tol. Dan antisipasi-antisipasi lain-lainnya dengan melihat pengalaman yang sudah-sudah,” tegas Novita.

Adapun terkait skema menghadapi kondisi darurat, sarannya lagi, pemerintah harus persiapkan sarana pendukung yang cepat. 

“Harus siapkan helikopter misalnya untuk angkut pemudik yang dalam keadaan darurat (melahirkan, kecelakaan dan lainnya). Drone juga musti disebar di titik-titik tertentu guna memonitor kondisi arus mudik secara faktual. Disiapkan juga toilet portable untuk para pemudik yang dalam keadaan tergesa-gesa untuk sekedar buang hajat,” tutup Novita.