Muhammad Lutfi Gantikan Gita Wirjawan

39

JAKARTA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menunjuk Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Gita Wirjawan yang mengundurkan diri. Mantan Dubes RI untuk Jepang itu cakap karena memiliki dasar pengalaman dan penugasan yang berkaitan dengan ekonomi, khususnya investasi dan perdagangan. “Saya, didampingi Wapres Boediono, telah melakukan fit and proper test kepada seseorang yang saya pilih untuk menjadi Menteri Perdagangan menggantikan saudara Gita Wirjawan, yaitu saudara Muhammad Lutfi,” kata Presiden SBY dalam keterangan pers khusus, di Kantor Presiden, Rabu (12/2).

Prioritas Mendag yang baru hingga akhir kabinet ini, lanjut Presiden SBY, adalah harus berupaya aktif untuk proses stabilisasi harga. “Ini sangat penting,” ujar PresidenSBY. Lutfi akan dilantik pada Jumat (14/2) lusa.

Kendati masih muda, lahir di Jakarta pada 16 Agustus 1969, Lutfi memiliki rekam jejak yang cukup di sektor perdagangan dan investasi. Ia pernah menjadi Ketua Umum Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2001-2004. Pada tahun 2005, Lutfi diangkat menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), lalu menjadi Dubes RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia pada tahun 2010 hingga akhir 2013 lalu. Jepang sendiri merupakan salah satu mitra strategis Indonesia.

Lutfi diminta meningkatkan pasar yang sudah ada dan membuka pasar baru bagi ekspor Indonesia. Selain itu, Mendag baru juga memelihara dan melakukan diplomasi yang efektif dalam kerangka kerja sama G20 dan forum-forum internasional lainnya. “Itulah prioritas dan agenda utama, tentunya masih banyak lagi agenda lainnya untuk Menteri Perdagangan yang baru. Harapannya adalah perdagangan kita tetap menjadi salah satu pilar perekonomian Indonesia,” SBY menjelaskan.

Kepada Gita Wirjawan, Presiden SBY dan Wapres Boediono menerima, memahami, dan menyetujui alasan pengunduran dirinya. Sangat sulit membagi waktu dan pikiran karena Gita mengikuti konvensi calon presiden dari Partai Demokrat.

Atas nama negara dan pemerintah, Presiden SBY menyampaikan terima kasih kepada Gita yang selama dua tahun dan tiga bulan menjabat Mendag, dan sebelumnya sebagai Kepala BKPM. Presiden menilai banyak hal yang sudah dilakukan Gita Wirjawan.  “Di tengah kondisi perekonomian dunia yang bergejolak, memelihara perdagangan internasional kita, utamanya ekspor, bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, kita harus tetap meminimalkan dampak ekonomi tesebut kepada perekonomian Indonesia,” kata SBY.

Di bawah kepemimpinan Mendag Gita Wirjawan, UU Perdagangan bisa dirampungkan. Menurut SBY, ini merupakan tonggak sejarah bagi Indonesia. Gita juga dinilai berhasil menyelenggarakan Konferensi Tingkat Menteri WTO IX di Bali beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut disepakati keputusan WTO yang sebelumnya terhenti selama 12 tahun. Indonesia mencatat sejarah menghidupkan kembali putaran Doha yang terhenti sejak 2001 silam. “Saya ucapkan terima kasih atas banyak hal prestasi yang telah dilakukan Gita Wirjawan. Semoga karir politik setelah ini berhasil,” tambahnya.