Museum Madame Tussauds Hong Kong Pilih Jokowi Ketimbang Trump dan Hillary

Museum Madame Tussauds Hong Kong Pilih Jokowi Ketimbang Trump dan Hillary

0
BERBAGI

JAKARTA-Presiden Joko Widodo terpilih menjadi tokoh dunia yang paling diinginkan menjadi koleksi terbaru di Museum Madame Tussauds Hongkong.

General Manager Madame Tussauds Hong Kong Jenny You menjelaskan, Presiden Jokowi dipilih karena hasil survei menunjukkan bahwa orang nomor 1 di Indonesia ini berada dalam peringkat paling tinggi diantara para pemimpin politik dunia. Bahkan, Jokowi mengalahkan dua capres Amerika Serikat Donald Trump dan Hillary Clinton.

Jenny You mengatakan survei dilakukan melalui daring, media sosial, dan mesin survei yang diisi oleh para pengunjung usai melakukan tur di museum. “Kami meyakini bahwa Presiden Jokowi memiliki gaya kepemimpinan yang sangat unik, karena ketika kami melakukan penelitian, kami menemukan bahwa Presiden Jokowi sangat rendah hati dan sangat peduli kepada rakyat terutama masyarakat kurang mampu, ditambah lagi dengan perhatiannya terhadap korupsi di negara ini. Jadi kami percaya bahwa Presiden Jokowi adalah seorang tokoh yang sangat baik untuk bergabung dengan para pemimpin dunia di Madam Tussauds Hong Kong,” ujar Jenny You.

Khusus untuk Presiden Jokowi, tim profesional Madam Tussauds didatangkan dari London ke Jakarta untuk melakukan proses pengukuran, sehingga proses yang seharusnya berlangsung selama 4 hingga 6 jam dapat dipersingkat menjadi 1,5 jam. Sedangkan proses pembuatan patung lilin Presiden akan berlangsung selama 6 bulan di London, dengan biaya sekitar 1,8 juta dolar Hong Kong.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Johan Budi SP mengatakan bahwa pose yang ingin ditampilkan Presiden Jokowi adalah gaya kesehariannya yang mengenakan baju kemeja putih dan celana hitam, serta ciri khas lipatan pada ujung lengan tangan. “Jadi natural seperti apa adanya, jadi tidak dibuat-buat,” jelas Johan pada media saat mendampingi perwakilan Museum Madame Tussauds Hong Kong.

Selain itu, Presiden Jokowi juga akan mendonasikan batik pribadi miliknya kepada pihak museum.