Naikan Daya Saing, IKM Perlu Sentuhan Inovasi

71

SEMARANG-Daya saing industri merupakan salah satu kunci kemenangan persaingan global. Karena itu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) terutama yang mengolah bahan baku sabut kelapa perlu melakukan berbagai inovasi agar produknya berkualitas tinggi.

“Hingga saat ini IKM belum dan bahkan jarang tersentuh akan inovasi. Padahal ini penting sekali,” kata Direktur PT. Rekadaya Multi Adiprima (RMA), Farri Aditya usai  acara Rapat Koordinasi Jaringan Penelitian dan Pengembangan Inovasi (RAKOR JARLITBANGNOV) atau disebut ” Pitching Day ” Tahun 2018 di Gedung Wisma Perdamaian, Semarang Jawa Tengah, Selasa (27/2/2018).
Seperti diketahui Pitching Day 2018 mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Industri Nasional melalui Pemanfaatan Hasil Litbangyasa yang Ramah Lingkungan (Green Products).

Lebih jauh kata Farri, inovasi ini bisa menjadi awal kebangkitan IKM untuk baik kelas ke Indutri besar. “Inovasi, bukan kreasi.
Jadi ada komponen yang bisa dipakai secara long lasting,”  imbuhnya.

Khususnya wilayah Jateng, Farri mengatakan punya potensi akan inovasi terutama masalah material (bahan baku). “Ada serat dari sabut kelapa di sepanjang Pesisir Jateng. Itu bisa dikelola dan dikembangkan menjadi berbagai produk inovasi,” imbuhnya.

Sebelumnya , Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara menyampaikan Jateng menjadi provinsi yang sumbangan PDB regional Industrinya cukup tinggi.
“Kami sangat bangga, Jateng termasuk provinsi yang sumbangan PDB regional industrinya mencapai 40 persen dari seluruh produk regional di Jateng, artinya peranan industri di Jateng sangat strategis.” tuturnya.

Lebih jauh kata Ngakan,
kegiatan Pitching Day 2018 ini sangat penting, karena bisa mendorong daya saing industri nasional, terutama IKM. “Apalagi selama ini IKM daerah ternyata tidak dapat berkembang tanpa adanya innovasi,” ucapnya

Ditempat yang sama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono dalam sambutannya berharap agar sumbangan PDB regional dari sektor industri bisa semakin besar, meskipun saat ini inovasi dalam proses produksi yang dilakukan oleh para pelaku industri juga sudah baik.

Hal ini , menurut Sri Puryono para pelaku industri telah menggunakan sistem 3 R , yakni Reduce, Rause, dan Rycycle . “Saya berharap inovasi yang dikembangkan benar-benar padat karya, dapat meningkatkan ekonomi rakyat, dan pertumbuhan ekonomi regional lebih tinggi sehingga pengangguran, kemiskinan yang bisa mempengaruhi inflasi akan terjaga,” jelasnya. ***