Nasib Nasabah Antaboga Harus Diperhatikan

48

Jakarta-Kasus Bank Century sebaiknya lebih memberi prioritas untuk mencari jalan keluar bagi nasib nasabah Antaboga ketimbang masalah lainnya. Apalagi DPR sudah memberikan rekomendasi melakukan revisi undang-undang agar kasus pemberian dana talangan kepada bank sakit seperti bank Century tidak terjadi lagi. “Kemudian, berusaha mencari jalan keluar bagi nasabah Antaboga yang membeli produk Bank Century,” kata anggota Komisi XI DPR F-PD, Achsanul Qosasi dalam diskusi diskusi dialektika di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.
Pembicara lainnya pada diskusi tersebut adalah, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo, mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Mukhammad Misbakhun, dan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi.
Namun demikian, kata Achsanul lagi, pihaknya menghargai wacana usulan hak menyatakan pendapat (HMP) yang dilontarkan sejumlah anggota DPR RI lainnya terhadap kasus Bank Century. “Hak menyatakan pendapat adalah hak konstitusional yang dimiliki anggota DPR RI. Saya menghargai jika ada anggota yang ingin menggunakannya atau tidak menggunakannya,” ujarnya.
Menurut Achsanul, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat sudah memutuskan untuk tidak menggunakan hak menyatakan pendapat terhadap perkembangan kasus Bank Century. “Kalau ada anggota DPR yang menggunakan hak menyatakan pendapat silakan saja, nanti kita beradu argumentasi,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Achsanul juga mempertanyakan, urgensi usulan hak menyatakan pendapat terhadap kelanjutan kasus Bank Century yang dilongtarkan sejumlah anggota DPR RI. Anggota Tim Pengawas Kasus Bank Century DPR RI ini menilai, keputusan DPR RI soal kasus Bank Century sudah diputuskan melalui rapat paripurna pada 4 Maret 2010, memilih opsi C dengan tiga rekomendasi. Ketiga rekomendasi tersebut, menurut dia, melimpahkan kasus Bank Century kepada lembaga penegak hukum yakni KPK untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran hukum. Rekomendasi lainnya, kata dia, melakukan revisi undang-undang agar kasus pemberian dana talangan kepada bank sakit seperti bank Century tidak terjadi lagi. “Kemudian, berusaha mencari jalan keluar bagi nasabah Antaboga yang membeli produk Bank Century,” ujarnya. **