NKRI 72 Tahun, Jokowi Didesak Realisasikan Divestasi 51% Saham Freeport

1227

JAKARTA-Masyarakat berharap 72 tahun Indonesia Merdeka ini, Freeport bisa dikuasai NKRI. Sayangnya ada harapan yang belum terjawab dari pidato Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, yakni perkembangan negosisasi pemerintah dengan PT. Freeport.
“Kita sudah memberikan apa yang diinginkan oleh PT Freeport, tapi Freeport belum pasti memberikan harapan negara dalam bentuk divestasi saham,” kata anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (21/8/2017).

Tidak hanya itu, kata Politis Partai Hanura, rakyat juga menuntut adanya peningkatan asas manfaat kepada negara atas pengelolaan tambang emas dan turunannya.

Begitupun dengan pembangunan smelter, lanjut mantan anggota DPRD Sulsel, pemberdayaan masyarakat lokal papua dan komitmen Freeport tidak melakukan PHK terhadap karyawan dan lain-lainnya. “Jangan sampai kita ditipu yang kesekian kalinya dan kita menegaskan kelemahan kepada rakyat Indonesia dan juga bangsa lain,” tambahnya.

Menurut Mukhtar, harusnya momentum peringatan 72 tahun Indonesia merdeka menjadikan PT.Freeport sebagai isu penting tegaknya kedaulatan negara tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jika negara berdaulat atas Freeport, sambung Wakil Sekjen Partai Hanura, maka sangat besar manfaat penerimaan negara dan juga manfaat lainnya untuk bangsa ini. “Sayangnya bapak presiden hanya fokus mengejar wajib pajak, masyarakat dan pelaku usaha lain dengan target peningkatan pendapatan negara,” tuturnya.

Dikatakan Mukhtar, Freeport seolah di perlakukan sangat istimewa. Inilah sisi lain dari catatan penting peringatan 72 tahun Indonesia Merdeka.

Ditempat terpisah, Manajemen PT. Freeport bersikap tegas dengan menyatakan tidak akan membuka ruang perundingan dengan bahkan menyatakan tidak akan membuka lowongan bagi mantan karyawan untuk bekerja langsung di Freeport. “Kebijakan perusahaan adalah kita tidak rekrut lagi secara langsung melainkan melalui kontraktor. Karena Freeport tidak lagi membuka ruang kerja bagi mereka (mantan karyawan) langsung ke Freeport tetapi kita semua lakukan lewat kontraktor yang ditunjuk,” kata EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Sony Prasetyo di Timika, Senin.

Pada Sabtu siang sekitar pukul 14.20 WIT hingga malam. ratusan karyawan yang melakukan aksi mogok menyerbu Check Point 28 samping Bandara Mozes Kilangin Timika dan membakar mobil milik PT Freeport Indonesia dan juga motor.

Menurut Sony, pihak perusahaan sudah berusaha untuk mengimbau karyawan mogok untuk kembali namun tidak direspon. Akhirnya melalui peraturan yang ada manajemen Freeport menganggap karyawan mogok mengundurkan diri secara sukarela. “Freeport saat ini masih membutuhkan tenaga karyawan terutama operator-operator mesin di area tambang,” tegasnya.

Namun jika hal tersebut tidak diterima oleh ribuan karyawan mogok yang menurut Freeport telah mengundurkan diri secara sukarela tersebut maka dapat menempuh jalur hukum dengan membawa persoalan ini ke Pengadilan Hubungan Industrial. ***