Noer Fajrieansyah: Para Pemimpin Bangsa Bersatulah

131

JAKARTA-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyerukan agar para pemimpin bangsa dan tokoh nasional bersatu untuk mengakhiri konflik pribadi, partai ataupun kelompok  agar bangsa dan negara Indonesia terhindarkan dari perpecahan. Jika pada tahun 2013 konflik dan perseteruan tersebut tidak bisa diatasi, Indonesia akan menghadapi konflik yang berkepanjangan. Demikian diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar HMI (PB HMI), Noer Farjieansyah dalam penjelasannya menanggapi kondisi karut marutnya perpolitikan Indonesia, di Jakarta, Senin (11/02 ).

Fajri, demikian panggilan akrab Ketua Umum PB HMI itu, menjelaskan, sebagai organisasi mahasiswa terbesar, HMI harus berdiri pada jalur netral menyikapi semua kemelut yang ada dalam partai  atau politik. Hal ini mengingat alumni HMI berada di seluruh jaringan partai peserta pemilu 2014 yang berjumlah 11 buah. “Kami sebagai organisasi mahasiswa terbesar harus bersikap netral terhadap kasus yang ada.  Keberpihakan pada salah satu kelompok dalam sebuah partai akan memecah belah soliditas keluarga besar HMI seluruh Indonesia,” ujar Fajri.

Fajri mengeluarkan perintah kepada seluruh anggota HMI di Indonesia untuk tidak masuk dalam kemelut politik yang ada. Semua anggota harus bijaksana dalam memainkan peranan mereka. “Jika para anggota saling mengklaim mendukung salah satu pihak yang berkonflik itu sama saja menghantam dan memecah HMI. Saya juga menyerukan kepada seluruh keluarga besar HMI dimulai dari kader HMI aktif, alumni dan structural agar bersama-sama menjaga nama baik HMI,” pinta dia.

Lebih lanjut Fajri menjelaskan, jika ada anggota aktif HMI yang ingin terlibat dalam kemelut tersebut dilarang untuk membawa bendera organisasi HMI.  “Siapa saja boleh masuk dalam kemelut itu dalam berbagai alasannya, namun  sebagai pribadi. Jika anggota HMI ingin terlibat dalam kemelut tersebut dilarang menggunakan bendera HMI atau bahkan mengatasnamakan organisasi HMI. Ini perlu ditegaskan agar HMI tidak memperkeruh situasi kemelut politik. Dengan seruan ini juga, saya sebagai Ketua Umum, bermaksud memberi tahu kepada para pihak yang mungkin telah dirugikan akibat ulah oknum yang mengatasnamakan HMI, ” tegasnya.  

Sebagai tindak lanjut, Fajri meminta para pihak yang merasa dirugikan oleh oknum anggota HMI bisa melapor kepada dirinya untuk kemudian dapat dipertimbangkan sanksinya. Hal ini dilakukan mengingat secara tegas dalam ad/art organisasi dan tafsir independensi organisasi diatur bahwa HMI independen secara etis dan organisatoris.

Terkait dengan seruan kepada para pemimpin bangsa, HMI meminta para pemimpin partai, parai pemimpin kelompok masyarakat, para penyelenggara negara untuk bersatu. Sebagai generasi muda yang kelak akan memimpin negara di masa mendatang, mereka membutuhkan figur para pemimpin bangsa yang bijaksana, arif dan juga damai. Menurutnya, generasi muda Indonesia saat ini tidak membutuhkan pemimpin bangsa yang menonjolkan kekuasaan, tetapi bijaksana, arif dan yang memberi kedamaian bagi bangsa dan negara.

Perilaku pemimpin bangsa yang mengedepankan penyelesaian konflik dengan tidak bijaksana, ujar Fajri selanjutnya, menjadi contoh buruk tidak hanya bagi HMI tetapi juga bagi generasi muda Indonesia seluruhnya. “Kepada para pemimpin bangsa di semua dimensinya, kami ingin mereka bersatu demi Indonesia Satu Tak Terbagi. Ijinkan kami mempunyai contoh yang baik untuk bekal kelak kemudian hari. Mari kita mencari solusi bersama-sama tanpa melihat kekurangan masing-masing pemimpin agar masalah lain seperti kemiskinan, ekonomi pengangguran dll dapat segera diatasi oleh pemangku kepentingan baik yang berasal dari partai politik, pemerintahan, pengusaha, tokoh informal, ataupun tokoh agama,” pungkas dia.