Novanto Diprediksi Takkan Akomodir Kubu Akom

29

JAKARTA-Kubu Setya Novanto diprediksi tidak akan memberikan jabatan pada pesaingnya di Munaslub Partai Golkar lalu, yakni Ade Komaruddin bersama dengan jajarannya. Alasan yang digunakan adalah Ketua DPR tidak boleh rangkap jabatan. “Saya rasa harapan bahwa Akom cs untuk mendapatkan posisi di kepengurusan Partai Golkar yang baru akan sia-sia. Jika pimpinannya tidak dapat jabatan, maka saya rasa pengikutnya juga tidak akan dapat jabatan,” kata Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Muhammad Budyatna di Jakarta, Senin (23/5/2016).

Disisi lain, kata Budyatna, Setya Novanto juga harus memberi contoh dahulu kepada masyarakat. Dia harus mundur dari jabatan Ketua Fraksi Partao Golkar dan anggota DPR. “Tapi tidak logis, jika ketua umumnya tidak rangkap jabatan, tapi kadernya rangkap jabatan,” tambahnya.

Mantan Dekan FISIP UI, Setya Novanto harus menunjukkan komitmen dan kepatuhan terhadap Jokowi yang tidak menginginkan kader-kader partai pendukung merangkap jabatan. ”Jangankan kader Golkar, kader PDIP saja yang menjadi menteri termasuk para elit PDIP seperti Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, Pramono Anung juga para menteri dari partai lain, tidak boleh rangkap jabatan. Masak kader Golkar boleh,” tegasnya.

Selain alasan itu, menurut Budyatna, ada beberapa alasan pribadi maupun politik yang membuat Ade Komaruddin cs tidak akan mendapatkan posisi di kepengurusan Golkar baru. ”Setya Novanto tidak akan pernah lupa, ada yang mendorong dirinya kehilangan jabatan,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Budyatna, Novanto tidak ingin kejadian tersebut berulang. Pernyataan Akom tentu menjadi signal, dia belum mau mengakui kekalahannya secara gentleman. “Orang yang tidak mau mengakui kekalahan dan tidak gentleman,satu saat pasti balas dendam,” ujar Guru Besar FISIP UI ini lagi.

Terkait pernyataan Akom yang meminta agar dirinya dan pendukungnya mendapatkan jabatan di kepengurusan sebagai bentuk rekonsiliasi dan juga komitmen yang diucapkan Novanto sebelum mundur yang akan memberikan jabatan pada dirinya dan pendukungnya, Budyatna melihat Novanto tidak akan memenuhi komitmen tersebut. “Novanto itu susah payah bertempur melawan Akom dalam Munaslub dan menang,” imbuhnya. ***aec