Novanto: Elektabilitas Partai Golkar Sudah 16 Persen

24

JAKARTA-Hasil survey internal Partai Golkar menyebutkan elektabilitas Partai Beringin ini terus merangkak naik dan kini sudah berada pada posisi 16 persen.

Hal ini membuat banyak kepala daerah yang mau maju lagi dalam pilkada berbondong-bondong merapat ke partai. “Sebelum saya terpilih jadi ketua umum, elektabilitas Partai Golkar cukup terpuruk, sekarang dengan adanya kekuatan bersama, banyak bupati berbondong-bondong ingin diusung Golkar,” kata Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto melalui siaran persnya di Jakarta, Minggu (28/8).

Naiknya elektabilitas Partai Golkar tidak lepas dari kerja keras dalam menyatukan berbagai pihak yang terpecah di internal partai beringin dan program politik yang dicanangkan Setya Novanto.

Ada dua program politik Setya Novanto yang ternyata mendapat apresiasi publik yang luas yakni mendukung sepenuhnya Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang.

Dengan elektabilitas Partai Golkar sudah 16 persen, kata Novanto, itu artinya kepercayaam masyarakat kepada Partai Golkar sudah kembali.

Mengenai dukungan kepada pemerintah, Novanto mengatakan, Golkar mendukung karena visi Nawacita sejalan dengan visi 2045 Partai Golkar. “Kita mendukung Pemerintahan Jokowi karena visi nawacita itu senafas dan sejalan dengan visi 2045 Partai Golkar. Elektibilitas Pak Jokowi sudah 78% dan kiprahnya sangat dirasakan rakyat. Gebrakan-gebrakannya luar biasa dan kami akan mendukung Presiden  Jokowi agar terpilih kembali,” katanya.

Harga Karet

Mantan Ketua DPR RI itu pada Selasa (23/8), melakukan kunjungan kerja ke Jambi. Salah satu agendanya adalah meninjau perkebunan karet di Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.

Pria yang akrab disapa Setnov tersebut mengaku sangat prihatin dengan kondisi harga karet di Jambi. Dulu, kata Setnov, harga 1 kilogram karet setara dengan 3 kilogram beras. Namun saat ini malah sebaliknya, 3 kilogram karet baru dapat 1 kilogram beras.”Dulu bisa sekilo karet dapat tiga kilo beras, sekarang malah sebaliknya 3 kilo karet 1 kilo beras. Harga sekarang sudah menurun,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Setnov mengatakan partainya akan membina para petani-petani karet. “Kita kalah maju dengan negara Malaysia, harga per kilogram di sana sudah Rp 15 ribu, kita hanya 5 ribu,” sebutnya.

Untuk itu, kata dia, Partai Golkar akan mendesak pemerintah untuk menaikkan harga karet.”Presiden Jokowi sekarang juga menumpas praktik tengkulak sehingga harga karet bisa stabil kembali,” pungkasnya. ***