NPL Bank BJB Cukup Tinggi?

40
sentraloker.com

JAKARTA-PT Bank BJB  Tbk teridikasi memiliki rasio kredit macet yang tinggi pada sektor komersial. Dalam laporan keuangan terungkap 2013 lalu,  non performing loan (NPL) untuk kredit komersial mencapai 7,4%.

Dibanding pada 2012, NPL saat itu hanya mencapai 7,3%. Artinya, NPL pada 2013 tersebut justru mengalami kenaikkan.  Berdasarkan laporan keuangan akhir  2013, kredit komersial BJB yang telah disalurkan mencapai Rp 6,98 triliun.

Penyaluran kredit ini berarti tumbuh sebesar 10,3% dibanding akhir Rp 2012 yang hanya mencapai Rp 6,33 triliun. Secara rata-rata pinjaman kredit komersial juga mengalami peningkatan 34,1% dari semula Rp 585 juta per debitur di 2012 menjadi Rp 785 juta per debitur di 2013.

Meski begitu, Bank BJB tetap sukses meraup  laba bersih sebesar Rp 1,37 triliun sepanjang 2013.  Laba BJB diperkirakan naik 15,3% jika dibandingkan pada  2012. “Penambahan laba mendorong peningkatan aset perusahaan sebesar 0,2% atau menjadi Rp 70,9 triliun,” kata Direktur Utama Bank BJB,  Bien Subiantoro minggu lalu.

Peingkatan laba tersebut paling dominan ditopang oleh pertumbuhan kredit yang kian meningkat. “Pertumbuhan-pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas bisnis Bank BJB terutama di bidang penyaluran kredit,” ujarnya

Penyaluran pembiayaan kredit Bank BJB yang pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 28,1% atau mencapai Rp 45,3 triliun. Hal ini menjadikan rasio profitabilitas bank dengan kode emiten BJBR mengalami peningkatan dibanding tahun 2012.

Beberapa peningkatan rasio keuntungan itu terlihat dari kenaikan em>return on asset atau RoA yang naik menjadi 2,1%, return on equity (RoE) meningkat menjadi 22,2%. Selain itu net interest margin (NIM) mencapai 8% sepanjang 2013, yang meningkat dibandingkan NIM BJBR pada 2012 yang sebesar 6,8%. (ek)