OJK Kembangkan Kerjasama Jasa Keuangan Dengan Australia

OJK Kembangkan Kerjasama Jasa Keuangan Dengan Australia

0
BERBAGI
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad (dua dari kiri) berfoto bersama Deputy Chair of ASIC (Australian Securities & Investments Commission) Peter Kall (paling kiri) usai Seminar Market Conduct di Nusa Dua, Bali (8/9)

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas   kerjasamanya dengan Australia di sektor jasa keuangan dengan menggandeng Australian Centre for Financial Studies – Monash University (ACFS) dan Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia.

Penandatangan kerjasama dengan kedua institusi tersebut berlangsung di Victoria Australia, Kamis (17/3) dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner Muliaman D Hadad.

Kerjasama dengan dua institusi itu dilakukan untuk peningkatan kapasitas kemampuan pegawai OJK dan industri jasa keuangan Indonesia serta untuk meningkatkan kemudahan lembaga keuangan Indonesia membuka kantor di Victoria.

Nota Kesepahaman dengan ACFS ditandatangani Kepala OJK Institute Toto Zurianto dan Prof Colm Kearney, Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Monash University, mewakili Australian Centre for Financial Studies.

Australian Centre for Financial Studies – Monash University (ACFS) merupakan pusat studi independen di bidang keuangan, yang berafiliasi dengan Monash University dan Monash Business School.

Lebih lanjut kerjasama OJK dan ACFS ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan keahlian OJK dalam menjalankan kewenangan terkait pengawasan dan pengaturan industri jasa keuangan, serta peningkatan kapasitas dalam pelaksanaan riset dan pertukaran informasi antar kedua lembaga. “Kerjasama ini juga membuka kesempatan untuk peningkatan kapasitas calon pemimpin industri jasa keuangan nasional,” kata Muliaman.

Dalam rangkaian kegiatannya di Australia, Muliaman D Hadad juga mendapat kesempatan berbicara di forum Australian Indonesia Business Council (AIBC) pada Kamis (17/3) yang dihadiri seratus pebisnis di Australia.

Muliaman menyampaikan materi mengenai optimisme prospek sektor jasa keuangan Indonesia ke depan. Dalam kesempatan itu juga hadir Menteri Perdagangan Indonesia Thomas Lembong, Menteri Perdagangan Australia Andrew Robb dan Dubes RI di Australia Nadjib Riphat Kesoema.

Sementara penandatanganan nota kesepahaman antara OJK dan Pemerintah Negara Bagian Victoria dilakukan Kepala OJK Institute Toto Zurianto dan Secretary Department of Economic Development, Jobs, Transport and Resources, Richard Bolt serta disaksikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dan Premier Victoria Daniel Andrews.

Kedua institusi sepakat bekerjasama untuk meningkatkan kapasitas pada pengembangan pemerataan keuangan (rural finance), teknologi keuangan (financial technology), komunikasi dan hubungan internasional melalui kegiatan pembelajaran bersama, serta program pemagangan.

Adapun area kerjasama meliputi studi pertukaran keahlian, peningkatan kapasitas, dukungan teknis, pertukaran informasi, dan pemberian beasiswa.