OJK Luncurkan SPRINT di Pasar Modal

OJK Luncurkan SPRINT di Pasar Modal

0
BERBAGI
photo detik.com

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) di industri pasar modal secara elektronik. Sistem elektronik tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan sistem serupa yang diaplikasikan di industri keuangan lain.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK M. Noor Rachman menjelaskan sistem online ini dikeluarkan agar pelayanan perizinan, pendaftaran, perpanjangan izin dan pelaporan di Pasar Modal secara elektronik dapat dilakukan lebih mudah, cepat, efisien dan terukur. “Dengan sistem tersebut proses perizinan akan semakin cepat dan mudah dilakukan, efisiensi pelayanan perizinan dapat meningkat yang nantinya akan meningkatkan efektifitas kerja dan meningkatkan jumlah pemilik lisensi serta jumlah produk-produk Pasar Modal Indonesia pada khususnya, dan industri keuangan Indonesia pada umumnya ” kata M. Noor Rachman di Jakarta, Selasa (31/5).

Sayangnya, Rachman enggan menyebut berapa lama proses izin yang bakal terpangkas. Namun yang pasti, Sistem Elektronik Perizinan dan Registrasi di Pasar Modal juga akan lebih meningkatkan keterbukaan informasi bagi pelaku industri terkait proses perizinan yang sedang diajukan.

Sebagai tahap awal dari implementasinya, sistem ini akan diperuntukkan bagi Perizinan, Pendaftaran, Perpanjangan Izin Dan Pelaporan Di Pasar Modal seperti untuk Perizinan Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana, Perizinan, perpanjangan izin, dan pelaporan Wakil Perusahaan Efek (Wakil Manajer Investasi, Wakil Perantara Pedagang Efek dan  Wakil Penjamin Emisi Efek).

Selain itu, system online ini juga diperuntukan bagi Pendaftaran dan pelaporan Agen Penjual Efek Reksa Dana, pendaftaran, pembubaran, dan pelaporan produk pengelolaan investasi (Reksa Dana, Kontrak Investasi Kolektif DIRE, Kontrak Investasi Kolektif EBA, dan EBA-SP).

Bersamaan dengan pengembangan Sistem Elektronik Perizinan dan Registrasi di Pasar Modal, OJK segera menerbitkan ketentuan OJK yang diharapkan menjadi panduan dan pedoman teknis bagi perizinan, pendaftaran, perpanjangan izin dan pelaporan di Pasar Modal.

Rachman menjelaskan, melalui Sistem Elektronik Perizinan dan Registrasi di Pasar Modal OJK akan terus mengembangkan prinsip governance di Pasar Modal dengan mendorong tiga hal yakni; transparansi, seluruh proses perizinan akan terbuka, mudah, dapat diakses oleh pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai, akuntabel yaitu seluruh proses dalam sistem tersebut dapat terukur dan dipertanggungjawabkan serta partisipatif. Tak hanya itu, Sistem Elektronik Perizinan dan Registrasi akan mendorong peran serta pelaku dalam penyelenggaraan pelayanan publik oleh OJK. “Dengan sistem tersebut, proses perizinan akan semakin cepat dan mudah dilakukan, efisiensi pelayanan perizinan dapat meningkat dan nantinya akan meningkatkan jumlah pemilik lisensi serta jumlah produk-produk pasar modal Indonesia,”  pungkasnya.