OJK: RBC Industri Asuransi Diatas Ketentuan Minimum

226
Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK Dumoly F Pardede

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri perasuransian hingga Agustus 2016 berada dalam keadaan baik. Tercatat angka Risk Based Capital (RBC) Industri Asuransi Jiwa dan Asuransi Umum masing-masing sebesar 513,4% persen dan 266,9% persen atau jauh melampaui ketentuan minimum RBC asuransi sebesar 120%. “Data-data lain industri asuransi nasional menunjukan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya (yoy) seperti pertumbuhan aset sebesar 12,8% dan pertumbuhan jumlah investasi sebesar 15,2%,” ujar Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK Dumoly F Pardede dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/10).

Hingga Agustus 2016 jelasnya, return on assets (ROA) Industri Asuransi  Jiwa dan Asuransi Umum masing-masing tercatat sebesar 3,34% dan 3,04% dengan return on equity (ROE) sebesar 7,70% dan 6,29%.

Kendati demikian, dalam rangka memperkuat perusahaan asuransi, OJK juga telah melakukan berbagai langkah dan upaya terhadap beberapa perusahaan asuransi jiwa, perusahaan asuransi umum, dan perusahaan reasuransi dengan mendorong perusahaan melakukan penambahan modal.

Selain itu, OJK juga mendorong perusahaan asuransi mengoptimalkan fungsi pengawasan dan pengendalian intern, menerapkan tata kelola yang baik dan manajemen risiko, termasuk pencabutan ijin usaha untuk menghindari kerugian yang lebih besar bagi pemegang polis dan pihak lain yang berhak. “Selain itu OJK mendorong perusahaan asuransi untuk memperkuat sarana, prasarana, dan infrastruktur berupa teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi produk, dan perluasan saluran distribusi,” ujarnya.