OJK Resmikan Perluasan Layanan Bank Mandiri Di Dili

78

DILI-Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad meresmikan peluncuran layanan Mobil Mandiri, Mandiri EDC dan ‘branchless banking’ bertempat di pusat perbelanjaan Timor Plaza Dili.

Peresmian perluasan layanan Bank Mandiri di Timor Leste ini dihadiri Direktur Mikro dan Bisnis Bank Mandiri Tardi dan Deputi Gubernur Bank Sentral Timor Leste Banco Central de Timor-Leste (BCTL) Sara Lobo.  “Perluasan layanan perbankan Bank Mandiri di Timor Leste ini menunjukkan bahwa produk-produk dan jasa perbankan Indonesia bisa dikembangkan di negara lain seperti Timor Leste ini,” kata Muliaman dalam sambutannya Rabu (23/3).

Perluasan layanan Bank Mandiri ini juga akan semakin mendekatkan layanan keuangan di pelosok Timor Leste, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat Timor Leste. “Ini merupakan tonggak penting perluasan industri jasa keuangan Indonesia di Timor Leste dan terbuka peluang bagi lembaga jasa keuangan Indonesia lainnya hadir di Timor Leste,” katanya.

Direktur Bank Mandiri Tardi mengatakan tambahan layanan perbankan ini akan memberi kemudahan bagi masyarakat Timor Leste sehingga bisa mendorong pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Timor Leste.

Bank Mandiri sudah beroperasi di Timor Leste sejak 2003 dan hingga saat ini sudah memiliki 48.000 nasabah dan menjadi bank terbesar di Timor Leste.

Tardi menargetkan ada lima buah mobil Mandiri dan 50 EDC di Timor Leste pada tahun ini, serta mempercepat pelaksanaan ‘branchless banking’ di Timor Leste.

Sebelumnya, OJK dan Banco Central de Timor-Leste (BCTL) pada Selasa (22/3) telah menyepakati nota kesepahaman mengenai pertukaran informasi dan peningkatan kapasitas pengawasan di bidang sektor jasa keuangan, pengawasan operasional lintas batas serta pengembangan inklusi keuangan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad dan Gubernur BCTL Abraão de Vasconselos.

Muliaman mengatakan kerjasama ini selain untuk meningkatkan pengawasan operasional lintas batas juga untuk membuka jalan bagi industri jasa keuangan Indonesia mengembangkan bisnisnya di Timor Leste.

“Potensi bisnis di Timor Leste sangat besar karena Indonesia adalah mitra dagang paling besar. Jadi kita harapkan akan banyak industri keuangan kita masuk ke Timor Leste,” katanya.

Menurut Muliaman, BRI akan masuk ke Timor Leste pada kwartal kedua 2016,  menyusul Bank Mandiri dan Asuransi Sinar Mas yang sudah beroperasi di Timor Leste.

Sementara itu, Gubernur BCTL Abraão de Vasconselos mengatakan kerjasama dengan OJK akan sangat menguntungkan karena bisa mendukung kemajuan perekonomian negara tersebut yang perdagangannya bergantung pada Indonesia.

“Selain pengawasan sektor jasa keuangan lintas batas. Kerjasama di bidang inklusi keuangan bisa membantu kita meningkatkan perekonomian dan mengurangi kemiskinan,” kata Abraão.