OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

33
0
BERBAGI
ilustrasi

JAKARTA-Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan beberapa aspek seperti pertumbuhan ekonomi global membaik namun dengan arah perbaikan yang tidak merata. Perekonomian Advanced Economies (AE) khususnya AS dan Eropa semakin solid, sehingga meningkatkan ekspektasi berlanjutnya normalisasi kebijakan moneter.

Sementara itu, perekonomian Emerging Markets (EM) khususnya negara pengekspor komoditas diperkirakan masih terkendala terkait dengan proses rebalancing ekonomi Tiongkok.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Rabu (10/5) mengatakan di tengah perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi domestik triwulan I-2017 tercatat sedikit meningkat menjadi 5,01% yoy. “Dari sisi pengeluaran, perbaikan pertumbuhan ekonomi didorong oleh perbaikan kinerja eksternal seiring peningkatan ekspor yang didorong oleh kenaikan harga komoditas,” urainya.

Sementara dari sisi sektoral jelasnya, sektor pertanian tumbuh signifikan. Salah satunya disebabkan pergeseran panen raya.

Sedangkan, laju inflasi April 2017 terlihat meningkat, tercatat sebesar 4,17% yoy.

Di pasar keuangan domestik, sejalan dengan penguatan pasar keuangan global pada April 2017, baik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan yield Surat Berharga Negara (SBN) terus melanjutkan penguatan.

IHSG meningkat sebesar 2,10% mtm (ytm: 7,34%) dan kembali mencatat rekor tertinggi pada 26 April 2017 pada posisi 5.726,53. Investor nonresiden mencatatkan net buy signifikan sebesar Rp13,9 triliun (ytm: net buy Rp22,2 triliun).

Pasar SBN juga menguat ditandai oleh penurunan yield SBN di semua tenor dan net buy oleh nonresiden sebesar Rp22,6 triliun (ytm: net buy Rp79,9 triliun).