Optimalisasi Sumber Ekonomi Baru Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Riau

22

JAKARTA-Optimalisasi sumber ekonomi baru menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, baik nasional maupun daerah. Di Provinsi Riau (Prov. Riau), sektor pertanian dan pertambangan masih menjadi sektor andalan pertumbuhan ekonomi.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Sugeng, pada serah terima jabatan (sertijab) Kepala Perwakilan BI Prov. Riau, di Jakarta, Senin (25/03).

Sertijab dilakukan kepada Decymus, selaku Kepala Perwakilan BI Prov. Riau yang baru, menggantikan Siti Astiyah.

Menurutnya, sektor pariwisata, optimalisasi ekonomi digital, pemberdayaan UMKM, dan dana wakaf untuk sektor produktif merupakan sumber ekonomi baru yang perlu dioptimalkan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Upaya mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru menjadi tantangan yang dihadapi Prov. Riau untuk mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu dan menggali potensi sumber ekonomi baru lainnya.

“Untuk itu, peningkatan produktivitas yang berasal dari optimalisasi inovasi dan penggunaan teknologi dibutuhkan untuk mendorong kinerja,” jelasnya.

GUna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, BI senantiasa melakukan langkah-langkah penguatan peran Kantor Perwakilan BI dengan memperkuat bauran kebijakan dan mendorong pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru, antara lain dengan mendorong strategi pengembangan pariwisata dan mengoptimalkan potensi dari ekonomi digital.

Dal ini, dibutuhkan peningkatan produktivitas yang berasal dari optimalisasi inovasi dan penggunaan teknologi. Ekonomi digital diproyeksikan dapat menyumbang 155 miliar dolar AS terhadap PDB Indonesia dan pertumbuhan tenaga kerja sebesar 3,7 juta tenaga kerja pada tahun 2025.

Ekonomi digital jelasnya juga dipandang mampu mengoptimalkan besarnya jumlah UMKM di Indonesia sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, ekonomi syariah juga memiliki potensi yang besar dalam mendorong perekonomian, melalui optimalisasi dana wakaf tunai untuk usaha produktif.

Lebih lanjut, Deputi Gubernur Sugeng menyampaikan 3 (tiga) poin penting kehadiran Kepala Perwakilan BI Prov. Riau. Pertama, pimpinan baru BI Riau diharapkan mampu meneruskan dan meningkatkan kontribusi BI di daerah, terutama dalam rangka mendorong kinerja perekonomian di Prov.

“Riau melalui peran sebagai strategic advisor yang kredibel dan dapat diandalkan di daerah,” imbuhnya.

Kedua, penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam wadah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Ketiga, Kantor Perwakilan BI Prov. Riau diharapkan senantiasa memenuhi kebutuhan uang Rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar, hingga ke daerah terpencil.

“Ke depan, BI akan senantiasa mengoptimalkan peran dan tugasnya guna menata sekaligus memperkuat peran kantor Bank Indonesia di daerah dengan memperhatikan perkembangan, tantangan, dan potensi ekonomi di wilayah setempat,” tutupnya.