PAC PDIP Kabupaten Belu, NTT Kosong, Kader Desak Percepat Musancab

112

KUPANG-Kader PDI Perjuangan yang juga putra asli NTT, Fransiskus B. Bere mendorong agar kekosongan kursi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT) segera di isi.

Fransiskus akrab disapa Franky Bere mengungkapkan, kekosongan kursi PAC tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Sebab, PAC sebagai kepanjangan tangan atau ujung tombak partai harus terus mengimplementasikan nilai-nilai atau program-program yang sudah digariskan partai,” kata Franky kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/08/2019).

Namun demikian, kata dia, untuk mengisi kekosongan kursi pimpinan tersebut tentunya harus melalui mekanisme Musyawarah Anak Cabang (Musancab).

“Harus ada Musancab terlebih dahulu. Namun untuk melaksanakan Musancab mesti menunggu rumusan AD/ART yang dibuat partai sebagai pedoman kita dalam melaksanakan Musancab. Saat ini, AD/ART yang dibuat partai pasca kongres ke V di Bali sebagai landasan dalam melaksanakan berbagai program partai dan berbagai kegiatan termasuk pelaksanaan Musancab belum selesai. Sehingga pelaksanaan Munascab di Belu belum bisa dilaksanakan termasuk pemilihan ketua PAC,” terang Franky.

Franky berharap jika AD/ART sudah selesai dibuat partai agar Musancab dapat segera dilaksanakan.

“Harapan saya, Musancab segera dilaksanakan nantinya jika AD/ART selesai. Hal ini diperlukan agar roda organisasi dapat berjalan maksimal. Banyak kerja-kerja politik yang mesti kita kerjakan dalam lima tahun ke depan agar cita-cita besar partai yang tertuang dalam AD/ART terimplementasikan dengan baik,” ujarnya.

Franky mengaku merasa punya tanggung jawab sebagai kader PDI-P dengan mendorong dilaksanakannya Musancab.

“Selaku putra asli Belu NTT saya punya kewajiban dan tanggung jawab agar PDI-P sebagai partai tempat kita bernaung dapat menjadi partai yang dicintai masyarakat NTT khususnya masyarakat Kabupaten Belu, itulah alasan saya mendorong agar Musancab segera dilaksanakan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Franky juga mengaku siap jika dirinya diminta menjadi ketua PAC PDI-P Belu nantinya yang saat ini kosong.

“Sebagai kader partai saya selalu siap kapanpun partai menugaskan atau meminta saya termasuk meminta untuk menjadi ketua PAC. Ini adalah bentuk kecintaan saya dan loyalitas kepada partai,” tegasnya.

“Dan pastinya juga harus melalui mekanisme yang diatur dalam AD/ART yang sudah digariskan partai,” ujar dia.

Lebih lanjut Franky menyatakan, bila dirinya terpilih sebagai ketua PAC Belu bercita-cita untuk mengaktualisasikan nilai-nilai partai secara totalitas. “Nilai-nilai partai yang saya pahami dan saya anut selama ini akan saya ejawantahkan ditengah masyarakat nantinya. Prioritas saya nantinya ingin membangun masyarakat Belu mulai dari ekonomi kreatifnya, pertaniannya, peternakan, pariwisata serta menghidupkan dan melestarikan seni dan budaya asli Belu. Melestarikan seni dan budaya sebagai wujud menjaga kultur asli masyarakat Belu,” tegasnya.