Pacu Industri Kreatif, Bekraf Dorong Kerjasama dengan Inggris

46
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf

JAKARTA-Pemerintah Indonesia dan Inggris menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di bidang industri kreatif mengembangkan potensi ekonomi kreatif di kedua negara. Perjanjian kerjasama dua negara ini diselenggarakan untuk membangun kerjasama riil bagi pelaku industri kreatif di Indonesia dan Inggris.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf sehubungan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Inggris pada tanggal 19-20 April 2016 mendatang. Salah satu fokus pembahasan yang akan dibicarakan oleh kedua negara adalah kerjasama di bidang ekonomi kreatif.

Bekraf, yang merupakan anggota delegasi utama pada kunjungan tersebut menguatkan kerjasama dengan Pemerintah Inggris, terutama Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Digital dan British Council Indonesia.”Pengembangan potensi ekonomi kreatif di kedua negara dikukukuhkan dengan penandatanganan MoU di bidang industri kreatif,” ujar Triawan Munaf di Jakarta, Selasa (12/4).

Triawan menjelaskan, perjanjian kerjasama dua negara ini dibuat untuk membangun kerjasama riil bagi pelaku industri kreatif di Indonesia dan Inggris. Hal ini merupakan kesempatan untuk menciptakan ruang-ruang kreatif baru bagi Indonesia di Inggris, Inggris di Indonesia dan kolaborasi dua pihak di dunia internasional. “Kolaborasi ini selaras dengan ‘Programme of UK-ID 2016-2018’ atau lebih dikenal dengan UK:ID, sebagai bentuk co-branding kedua negara,” terangnya.

Triawan menyatakan industri kreatif Indonesia menyimpan potensi yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja, industri kreatif juga mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional melalui karya-karya pelaku industri ekonomi kreatif di enam belas subsektor.

Menurut Triawan, tugas Bekraf mengangkat dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi kreatif secara signifikan agar dapat menjadi andalan perekenomian Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan mitra-mitra pemerintah Indonesia baik di dalam negeri maupun luar negeri yang memiliki visi sama untuk menyediakan kesempatan bagi para pelaku ekonomi kreatif dalam berkarya dan berniaga.

Triawan mengatakan Bekraf telah melakukan pendukungan bagi para pelaku industri kreatif untuk mendapatkan kesempatan berkarya dan berniaga, tidak saja di pasar dalam negeri, melainkan juga di luar negeri. Sebagai contoh, ia menambahkan, para desainer busana muslimah Indonesia mendapatkan kesempatan untuk tampil di ajang London Fashion Week 2016 di London, Inggris.

Direktur Kesenian dan Industri Kreatif British Council Indonesia, Adam Pushkin, mengatakan, “Setelah sukses menuai hasil kolaborasi dua negara dalam bidang Sustainable and Ethical Fashion, kami juga telah memulai kolaborasi antara Inggris dan Indonesia di bidang digital culture, dan kami dengan bangga mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya seniman Indonesia akan ambil bagian di Digital Design Weekend yang diadakan di V&A Museum di London pada bulan September 2016.”

Kerjasama itu, menurut Adam, dilakukan berlandaskan hubungan kuat yang terus dibangun antara industri kreatif Indonesia dan Inggris, serta berbagai program yang menyajikan kolaborasi kedua negara untuk publik yang lebih luas lagi termasuk melalui digital platform atau penggunaan kreatif dari teknologi digital dan juga film dokumenter. Kerjasama yang dibangun dengan pemerintah Indonesia tidak berhenti pada hal tersebut diatas saja, namun juga akan menyentuh enam belas subsektor lainnya yang menjadi kewenangan Bekraf.

Triawan mengakui Inggris adalah salah satu mitra strategis pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri kreatif. Mereka memiliki Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Digital dengan visi-misi yang sama dengan Bekraf untuk bergerak di ranah ekonomi kreatif. Kerjasama antara dua negara ini perlu dikembangkan sehingga langkah-langkah strategis untuk pengembangan pasar dan perdagangan dapat dilakukan secara sinergis.

Para pelaku ekonomi kreatif mengharapkan Bekraf menghadirkan kerjasama riil dalam bentuk peningkatan pangsa pasar dan volume perdagangan produk barang/jasa ekonomi kreatif antara Indonesia dan Inggris. Hal ini merupakan tantangan, tidak saja bagi Bekraf, namun juga bagi setiap kementerian dan lembaga terkait untuk merealisasikan berbagai perjanjian kerjasama komersial yang telah dibuat antara kedua negara ini.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan industri kreatif seperti fesyen muslim Indonesia telah berhasil memperoleh pangsa pasar di tingkat global dengan nilai ekspor mencapai US$15,39 miliar atau sekitar 30% di antaranya busana muslim atau US$4,57 milar pada 2015.