Pacu SDM Kreatif, BEKRAF Luncurkan IKKON 2016

45

JAKARTA-Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan program Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) untuk mempercepat proses pengembangan dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ekonomi kreatif di seluruh Indonesia (20/6).

IKKON merupakan sebuah program yang menempatkan sekelompok pelaku ekonomi kreatif berlatar belakang profesi berbagai sub sektor desain. pada suatu wilayah tertentu untuk berinteraksi, bereksplorasi dan berkolaborasi bersama dengan potensi kreatif lokal.  Dengan harapan masing-masing pihak yang terlibat dapat saling memperoleh manfaat positif dalam rangka mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Para peserta IKKON akan tinggal menetap (live-in) di masing-masing daerah yang dituju dalam waktu tertentu.  Termasuk para fotografer dan videografer yang didukung dari Fakultas FTV-IKJ. “Peserta IKKON tidak hanya sekedar melakukan kunjungan ke sebuah wilayah sentra industri kreatif, namun mereka diminta untuk tinggal bersama dengan masyarakat pelaku industri kreatif. Mereka tidak hanya stay-in melainkan juga live-in,” kata Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Abdur Rohim Boy Berawi di sela-sela jumpa pers di Jakarta Senin (20/6).

Oleh karena itu, peserta IKKON adalah insan kreatif Indonesia yang terpilih melalui berbagai kompetisi yang terseleksi, dengan kriteria individu atau kelompok yang memiliki rekam jejak, baik pengalaman, pengetahuan maupun pekerjaan di dunia ekonomi kreatif. Selain itu juga memiliki minat dan komitmen kuat untuk berkontribusi pada bidang ekonomi kreatif serta mampu bekerja dalam tim. Untuk syarat yang terakhir ini, mereka sudah melalui proses assessment di Lembaga Management FE-UI.

Ruang lingkup Program IKKON meliputi seluruh bidang sub sektor ekonomi kreatif yaitu, aplikasi dan pengembangan permainan digital, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, mode, film, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa dan televisi radio.

Namun untuk program IKKON 2016, lebih di fokuskan pada sub sektor  mode, desain produk, desain interior, dan desain komunikasi visual dalam rangka pengembangan potensi kain tradisional di masing-masing daerah.

Oleh karena itu Tim IKKON 2016 saat ini akan terdiri dari para desainer mode, desainer produk, desainer komunikasi visual, desainer interior, arsitek, antropolog, fotografer, videografer, programmer, ahli komunikasi dan didampingi oleh mentor dan koordinator tim. “Tim inilah yang secara langsung akan berkolaborasi dengan pelaku industri kreatif di berbagai wilayah potensial di Indonesia,” tutup Boy.