Padat Karya Tunai Desa Jadi Prioritas Presiden

13

AMBON-Presiden sangat memberi perhatian pada Program Padat Karya Tunai Desa yang bersumber dari dana desa. Karena program ini diyakini bisa mendongkrak daya beli masyarakat. Proyek yang sedang dikerjakan saat ini adalah normalisasi sungai. Pekerjanya berasal dari masyarakat Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Dalam rangka kesiapan kunjungan Presiden tersebut, Direktur PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) Ditjen PPMD (Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa), Kemendesa PDTT, M.Fachri didampingi Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler melakukan pengecekan langsung ke lokasi padat karya tunai di Desa pada minggu (11/2/2018).

Pengecekan yang dilakukan terkait kesiapan lokasi kegiatan, administrasi perencanaan seperti RKP Desa dan APB Desa, kepastian penggunaan 30 % dari belanja pembangunan Desa tersebut untuk upah pekerja serta kesiapan SDM pekerja.

M. Fachri mengatakan, akan meminta kepada para pendamping Desa untuk melakukan fasilitasi Desa dalam rangka mempercepat proses pencairan dana Desa dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Rekening Kas Desa (RKDesa). “Kami ingin ada percepatan pencairan Dana Desa dari RKUD ke RKDesa tahap I sebanyak 20% dari alokasi dalam minggu ini, syarat pencairan tersebut hanya APB Desa tahun 2018”, katanya.

Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler usai melakukan rapat dengan Pemerintah Desa atau Negeri dan Masyarakat Batu Merah menyatakan, pada 2018 ini Desa Batu Merah akan melaksanakan padat karya tunai desa berupa normalisasi sungai sepanjang 250 Meter yang dianggarkan 296 juta dari Dana Desa dan 157 juta atau 53 % untuk upah pekerja atau HOK dengan durasi kerja 28 hari dengan jumlah HOK sebanyak 2,106. “Sasaran pekerja nantinya merupakan rumah tangga miskin, penganggur dan semi penganggur, dan akan mendapatkan upah kerja perhari Rp. 75.000,- akan dibayarkan dalam perminggu,” katanya.

“Normalisasi sungai mendesak untuk dilaksanakan karena dikhawatirkan akan terjadi banjir. Penyebabnya tak lain saluran sungai yang mampet akibat sampah yang memenuhi sungai” tandas Syarif Hadler.

Kegiatan padat karya ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Ambon, Walikota Ambon Richard Louhanapessy SH menyatakan akan mengerahkan jajaran pemerintah kota ambon untuk mendukung pelaksanaan padat karya tunai desa serta siap menerima kunjungan presiden di Kota Ambon.

Dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden Joko Widodo tersebut, akan dilaksanakan juga kegiatan pasar murah yang menyasar 3.000 rumah tangga miskin, pemberian bantuan 15 Badan Usaha Milik Desa serta bantuan modal 30 kelompok usaha masyarakat. ***