Pagi Ini, Rupiah Belum Perkasa

3

JAKARTA-Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah 63 poin menjadi Rp14.097 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.034 per dolar AS.

Seperti halnya kemarin, rupiah juga melemah. Posisi rupiah ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore melemah 79 poin menjadi Rp14.034 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.955 per dolar karena dipengaruhi sentimen domestik.

“Kabar dari domestik buat rupiah kembali melemah. Current account kita pas dirilis hari Jumat lalu itu defisitnya melebihi forecast. Bahkan lebih tinggi dari defisit kuartal ketiga,” kata analis pasar uang Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi di Jakarta, Senin.

Defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan IV-2018 tercatat 9,1 miliar dolar AS atau 3,57 persen dari PDB.

Secara keseluruhan pada 2018, defisit neraca transaksi berjalan tercatat sebesar 2,98 persen dari PDB, meningkat dibandingkan kinerja 2017 yang sebesar 1,6 persen dari PDB.

Sementara itu, dari sisi eksternal, pasar uang global pergerakannya pada hari ini relatif cukup stabil.

“Cuma memang pasar lebih melirik ke dolar sebagai safe haven karena perlambatan ekonomi global masih jadi “concern” pasar setelah pekan lalu bank sentral Australia, Inggris, Eropa, serentak memangkas angka proyeksi pertumbuhan ekonomi mereka,” kata Dini.

Kendati demikian, untuk jangka menengah, rupiah masih berpeluang menguat. Rupiah masih akan konsolidasi di sekitar Rp13.900 hingga Rp14.000 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi sendiri dibuka melemah Rp13.988 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.985 per dolar AS hingga Rp14.048 per dolar AS.