Paling Menonjol di ASEAN, E-commerce Indonesia Bukan Hanya Pasar

39

JAKARTA-Peneliti Senior Indonesia for Global Justice (IGJ) Olisias Gultom, menjelaskan nilai dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di tahun 2018 menjadi yang paling menonjol di ASEAN dan bahkan di dunia. Nilai ekonomi digital Indonesia tersebut mencapai 27 miliar dollar (49%), tertinggi di ASEAN, dan di sisi lain kontribusi e commerceterhadap PDB baru sebesar 2,9 %.

Tetapi potensi dan peluang ini tetap saja rentan menjadi tidak optimal bila tidak disikapi secara bijaksana dan hati-hati bagi pembangunan Indonesia ke depan.

“Sangat menarik melihat peningkatan angka transaksi market place asal Indonesia di tahun 2018. Namun, fenomena ini harus disikapi secara hati-hati. Hal ini karena Market placeyang sebelumnya menjadi harapan bagi produk dan industri lokal akan semakin sulit dimanfaatkan, dan sebaliknya justru menjadi media penetrasi bagi produk-produk impor untuk bisa mengakses market Indonesia tanpa batas ruang dan waktu”, jelas Olisias.

Dia jelaskan, bahwa situasi ini terjadi tidak terlepas akibat suntikan dana dari investor besar asing yang juga adalah pelaku bisnis serupa internasional atau merupakan kelompok investor yang selama ini berada dibalik start up besar dunia lainnya.

Dampak adanya pelaku bisnis besar dunia dibalik pendanaan bisnis online di Indonesia memberi dampak semakin banyak atau dominannya produk-produk impor pada barang dan jasa yang ditawarkan melalui start up-start up tersebut.

Sehingga Konsekuensi atas kondisi ini adalah akan semakin ketatnya produk-produk lokal, khususnya produk yang berbasis UMKM Indonesia, bersaing dengan produk-produk impor ditengah persaingan global dalam frame dominasi kapital besar internasional.

“Untuk itu, agar Indonesia tidak hanya sekedar menjadi pasar, perlu ada strategi yang tepat untuk mendukung Penguatan UMKM di daerah, khususnya industri kecil dan menengah berbasis desa selayaknya melalui pemanfaatan teknologi digital ini. Penyiapan sarana pendukung di daerah seperti kemampuan logistik yang memadai, penyiapan server berbasis kabupaten/kota juga harus bisa dilakukan secara parerarel bersamaan dengan pembangunan jaringan broadband nasional” tegasnya.