Parpol Diminta Bersihkan Alat Peraga Kampanye

13
kompas

JAKARTA- Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mengimbau seluruh partai politik dan relawan secara serentak dan bersama-sama membantu petugas dan penyelenggara pemilu (Bawaslu) mencabut semua alat peraga kampanye atau APK yang terpasang di berbagai tempat di seluruh pelosok Tanah Air.

“TKN mengimbau seluruh partai politik dan relawan secara serentak dan bersama-sama membantu petugas dan penyelenggara pemilu (Bawaslu) mencabut semua alat peraga kampanye atau APK,” kata Direktur Kampanye TKN Benny Ramdhani dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu, (14/4/2019).

Benny mengatakan ada lima hal penting yang disampaikan oleh TKN dalam masa tenang ini.

Selain imbauan membersihkan APK, TKN juga mengimbau untuk menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi, datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya sebagai bentuk tanggung jawab konstitusi bagi masa depan bangsa dan negara dengan mengedepankan semangat untuk tetap turut bekerja sama.

“Membantu pemerintah, TNI dan Polri untuk menciptakan suasana aman dan damai,” tutur Benny.

Di masa tenang ini TKN juga mengimbau kepada seluruh pendukungnya menunjukkan sikap taat dan patuh kepada undang-undang, dengan tidak melakukan kegiatan yang bersifat kampanye dan kegiatan lain yang bisa mencederai demokrasi.

“Di hari tenang sebaiknya digunakan menguatkan kembali tali silaturahim antarsesama anak bangsa yang sempat terganggu selama tahapan pemilu dilaksanakan,” ujar Benny.

Benny mengatakan karena persaudaraan antarsesama anak bangsa dan persatuan nasional adalah hal utama di atas penghormatan perbedaan pilihan politik dalam demokrasi.

Pada masa tenang ini TKN menggelar konferensi pers menyikapi beberapa isu yang terjadi di hari terakhir masa kampanye dan harapan menjelang hari pencoblosan.

Konferensi pers ini dihadiri Wakil Ketua TKN Asrul Sani, Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan dan mantan ketua KPU Juri Ardiantoro.

Sementara itu Wakil Ketua TKN Asrul Sani mengajak semua pihak untuk benar-benar menjaga ketenangan, tidak melakukan postingan di media sosial yang dapat memprovokasi semua pihak.

“Di masa tenang ini kami mengimbau semua pihak benar-benar menjaga ketenangan tidak melakukan postingan di media sosial yang dapat memprovokasi keduabelah pihak,” kata Asrul.

Pemilu 2019 disebut mendapatkan banyak sorotan dari dunia internasional untuk mempelajari pengelolaan pemilu serentak satu hari terbesar dan rumit.