Parpol Ditantang Fenomena Digital Demokrasi

Parpol Ditantang Fenomena Digital Demokrasi

17
0
BERBAGI

JAKARTA-Globalisasi membawa dua fenomena yang semestinya disikapi cepat oleh pengelola partai politik dan penyelenggara negara. Dua fenomena itu, adanya disruptive innovation dan digital demokrasi. “Salah satu tantangan adalah lahirnya generasi baru yang terbiasa menghadapi kompleksitas sosial,” kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat menjadi Keynote Speaker dalam acara International Conference & Congress on Political Science Development (ICCOPSD) di Semarang, 2 Juni 2016.

Acara International Conference & Congress on Political Science Development (ICCOPSD) bertema Democracy for People yang digagas Center for Election and Political Party (CEPP) Universitas Indonesia di Hotel Pandanaran Semarang, Jawa Tengah, berlangsung 1 sampai 2 Juni 2016 dan diikuti oleh akademisi dari kampus-kampus dari Australia, Norwegia, Indonesia, Malaysia dan Vietnam.

Dia menyampaikan paparan berjudul Tantangan Politik dan Ilmu Politik Dalam Menghadapi Perkembangan Zaman dan Teknologi. “Dashboard yang menjadi indikator sosial dan politik saat ini menjadi begitu rumit,” tegasnya.

Menurut Fahri, Parpol seharusnya memperkuat dirinya. Memperbaiki struktur dan adaptabilitas terhadap lingkungan. Jika terhadap dirinya tidak selesai, bagaimana bisa memikirkan rakyat dan bangsa

Dalam rangka penguatan Partai Politik menghadapi 2018, Fahri Hamzah juga mengusulkan penyelenggara CEPP (Center for Election and Political Party) yang dipimpin oleh Chusnul Mariyah untuk menyelenggarakan konvensi partai politik yang melibatkan semua parpol, peneliti dan akademisi di Indonesia. ***aec